A Tribute To “Penjual” Cagar Alam

A Tribute To “Penjual” Cagar Alam

A Tribute To “Penjual” Cagar Alam

Artikel / halaman ini telah dibaca oleh 308 orang.

Sebenarnya aku sudah lelah bahas soal cagar alam dan teman-temanku pun mungkin lelah melihatnya di timeline Twitter, tapi saat aku menyadari bahwa semakin banyak orang yang tega “menjual” cagar alam sebagai tempat wisata, semangatku seolah bangkit lagi. Kalau kalian perhatikan, setidaknya dalam 2 bulan ini aku cukup sering “berdiskusi” dengan tour operator yang menjual paket wisata ke Cagar Alam, bahkan ada 2 acara (di stasiun televisi swasta) bertema liburan ke cagar alam yang sempat aku kritisi, meski hanya satu saja yang respon.

Setelah aku menulis tentang Cagar Alam Pulau Sempu, aku sangat berharap orang-orang akan menyadari bahwa wisata ke cagar alam itu salah, bukan hanya ke Cagar Alam Pulau Sempu, tapi juga cagar alam lain. Meskipun kalian bisa mendapatkan SIMAKSI pun itu salah. Logika sederhana, kita semua tahu bahwa berbohong itu salah, apa pun alasannya, karena itu maka berbohong untuk kebaikan pun tetap salah.

Wrong is wrong - Right is right

Tour Operator

Diskusi soal tour operator yang “menjual” cagar alam ini seperti never ending story. Yang satu tobat, yang lain muncul. Dikasih argumen dengan dasar hukum dan logika konservasi pun tetap bersikukuh dengan bisnis cagar alamnya. Awalnya aku sudah malas menanggapi soal tour operator jenis ini, sampai akhirnya aku melihat tweet dari @TripTrus tentang trip jelajah Krakatau bareng @Petualang_ID dan aku pun diskusi ringan dengan pemilik akun @Petualang_ID. Setelah diskusi pun aku biasa saja, hingga aku melihat tweet (lagi) dari @TripTrus tentang “kesepakatan” para tour operator soal bisnis cagar alam.

Aku tak tahu pasti apa maksudnya, tapi yang aku tangkap adalah, “Yang mau jual cagar alam ya silahkan asal tahu konsekuensinya dan yang ga mau ya silahkan, saling menghormati saja.” Tampaknya biasa saja? Coba ganti kata “cagar alam” dengan “narkoba” atau “barang palsu”, gimana jadinya?

Jika tour operator bersikap demikian dan “Forum TO” pun sama, maka aku pun akan bersikap demikian. Aku tak akan bersusah payah menjelaskan kepada tour operator yang menjual paket wisata ke cagar alam bahwa itu salah. Aku hanya akan membuat list tour operator yang menjual paket wisata ke cagar alam di sini dan tak akan pernah “mencopotnya” sampai ada pernyataan resmi padaku bahwa tour operator tersebut berhenti “menjual” cagar alam dan membuktikan pernyataannya tersebut. Adil kan?

Traveling TV Show

Di awal aku menyebutkan bahwa aku sempat kritisi 2 acara traveling yang pergi ke cagar alam, yaitu @myTrip_myAdvntr dan @pelesirmnctv. Dua acara ini datang ke cagar alam yang berbeda, kalau @myTrip_myAdvntr ke Cagar Alam Pulau Sempu sementara @pelesirmnctv ke Cagar Alam Krakatau. Lucunya, di tweet dan tayangannya, @myTrip_myAdvntr jelas tahu bahwa Pulau Sempu itu cagar alam dan bukan tempat wisata, tapi mereka tetap syuting di sana bahkan sang host berenang di Segara Anakan. Awkward.

myTrip_myAdvntr sempu

@pelesirmnctv pun tahu bahwa tempat yang mereka datangi itu cagar alam, kecuali saat berfoto mereka tak membaca tulisannya. Saat aku bereaksi pada 2 tayangan tersebut, hanya @pelesirmnctv saja yang respon, melalui akun host-nya (@fceallachain) maupun akun @pelesirmnctv. Mereka berdalih bahwa mereka telah memperooleh izin resmi (SIMAKSI) dan mengatakan bahwa “CA/TN boleh diliput bro. ada kok di simaksinya. Kt sdh keliling indo kok.”. Ini lebih awkward. Benar bahwa cagar alam itu boleh diliput, tapi hanya untuk keperluan dokumenter saja, bukan untuk keperluan komersial dan promosi. Apakah tayangan mereka termasuk dokumenter? Trus kenapa kalau sudah keliling Indonesia? 😀

pelesirmnctv 1

OK. Aku tak akan panjang lebar membahas ini. Sekarang aku akan mulai membuat list tour operator dan tayangan televisi yang “menjual” cagar alam sebagai tempat wisata. Kalau ada yang punya info lain, silahkan tambahkan di form komentar di bawah lengkap dengan data oknumnya atau mention ke @TravellersID disertai dengan tagar #SanctuarySeller + gambar / screenshot. Mari bersama-sama kita buat “Penghargaan Bagi ‘Penjual’ Cagar Alam”. :”)

Tour Operator

  1. @hobiwisata. Bukti? Klik di sini;
  2. @cheapandgotour. Bukti? Klik di sini;
  3. @Singa_Adventure. Bukti? Klik di sini;
  4. @MbolangIhiirr. Bukti? Klik di sini;
  5. @2BrothersTravelClear. Trip sudah dibatalkan dan mereka berjanji tidak akan “jual” cagar alam lagi. 🙂
  6. @travelmateindo. Bukti? Klik di sini;

[collapse]

Traveling TV Show

  1. @myTrip_myAdvntr. Bukti? Klik di sini;
  2. @pelesirmnctv. Bukti? Klik di sini;

[collapse]

Mau menambahkan daftar #SanctuarySeller tapi ga tahu tempat mana saja yang merupakan cagar alam? Sila klik di sini. Ditunggu ya. 🙂

2 thoughts on “A Tribute To “Penjual” Cagar Alam

  1. Cepot

    Semangat kak
    saya setuju dengan tulisan kakak
    saya bersyukur masih ada orang indonesia yang peduli sama alamnya sendiri

Comments: