Panduan Wisata Kota Solo

Panduan Wisata Kota Solo

Panduan Wisata Kota Solo

Artikel / halaman ini telah dibaca oleh 3,844 orang.

Surakarta, juga disebut Solo atau Sala, adalah kota yang terletak di Provinsi Jawa TengahIndonesia. Kota dengan luas 44 km2 ini berbatasan dengan Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Boyolali di sebelah utara, Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Sukoharjo di sebelah timur dan barat, dan Kabupaten Sukoharjo di sebelah selatan. Bersama dengan Yogyakarta, Solo merupakan pewaris Kerajaan Mataram yang dipecah pada tahun 1755.

TravellersID - Visit Solo

Nama “Solo” atau “Sala” adalah dusun yang dipilih oleh Sunan Pakubuwana II ketika akan mendirikan istana yang baru, setelah perang suksesi Mataram terjadi di Kartasura. Nama ini ternyata terus dipakai secara luas sampai sekarang, bahkan memiliki konotasi kultural. Nama “Surakarta”, yang sekarang dipakai sebagai nama administrasi yang mulai dipakai ketika Kasunanan didirikan, sebagai kelanjutan monarki Kartasura.

Pada masa sekarang, nama Surakarta digunakan dalam situasi formal-pemerintahan, sedangkan nama Sala/Solo lebih umum penggunaannya. Kata sura dalam bahasa Jawa berarti “keberanian” dan karta berarti “sempurna”/”penuh”. Dapat pula dikatakan bahwa nama Surakarta merupakan permainan kata dari Kartasura. Kata sala, nama yang dipakai untuk desa tempat istana baru dibangun, adalah nama pohon suci asal India, sala, yang bisa Couroupita guianensis atau Shorea robusta.

Peta Kota Solo, Jawa Tengah, Indonesia

Peta Kota Solo, Jawa Tengah, Indonesia

Eksistensi kota ini dimulai di saat Kesultanan Mataram memindahkan kedudukan raja dari Kartasura ke Desa Sala, di tepi Bengawan Solo. Secara resmi, keraton mulai ditempati tanggal 17 Februari 1745. Akibat perpecahan wilayah kerajaan, di Solo berdiri dua keraton: Kasunanan Surakarta dan Praja Mangkunegaran, menjadikan kota Solo sebagai kota dengan dua administrasi.

Kekuasaan politik kedua kerajaan ini dilikuidasi setelah berdirinya Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Selama 10 bulan, Solo berstatus sebagai daerah setingkat provinsi, yang dikenal sebagai Daerah Istimewa Surakarta.

Landscape Kota Solo, Jawa Tengah, Indonesia

Landscape Kota Solo, Jawa Tengah, Indonesia

Selanjutnya, karena berkembang gerakan antimonarki di Surakarta serta kerusuhan, penculikan, dan pembunuhan pejabat-pejabat DIS, maka pada tanggal 16 Juni 1946 pemerintah RI membubarkan DIS dan menghilangkan kekuasaan raja-raja Kasunanan dan Mangkunagaran. Status Susuhunan Surakarta dan Adipati Mangkunegara menjadi rakyat biasa di masyarakat dan Keraton diubah menjadi pusat pengembangan seni dan budaya Jawa. Kemudian Solo ditetapkan menjadi tempat kedudukan dari residen, yang membawahi Karesidenan Surakarta (Residentie Soerakarta) dengan luas daerah 5.677 km². Karesidenan Surakarta terdiri dari daerah-daerah Kota Praja Surakarta, Kabupaten Karanganyar,Kabupaten Sukowati, Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Klaten, Kabupaten Boyolali, sedangkan tanggal 16 Juni diperingati sebagai hari jadi Kota Solo era modern.

Setelah Karesidenan Surakarta dihapuskan pada tanggal 4 Juli 1950, Surakarta menjadi kota di bawah administrasi Provinsi Jawa Tengah. Semenjak berlakunya UU Pemerintahan Daerah yang memberikan banyak hak otonomi bagi pemerintahan daerah, Surakarta menjadi daerah berstatus kota otonom.

Sumber: Wikipedia Indonesia

Kesehatan

A. Rumah Sakit Tampilkan

B. Puskesmas Tampilkan

Ikon Kesehatan

Perbankan

A. Bank Tampilkan

B. Money Changer Tampilkan

Ikon Bank

Dengan Pesawat

Bandar Udara Internasional Adi Sumarmo, Boyolali, Jawa Tengah, Indonesia

Bandar Udara Internasional Adi Sumarmo, Boyolali, Jawa Tengah, Indonesia

Bandar Udara Adisumarmo (SOC/WRSQ) adalah bandara internasional yang melayani Kota Solo, Jawa Tengah yang dioperasikan PT (Persero) Angkasa Pura I. Sebagaimana bandara yang lain, bandara Adisumarmo ini terletak di luar kota Solo tepatnya di daerah Ngemplak, Boyolali, Jawa Tengah, Indonesia. Bandara ini juga berfungsi sebagai pangkalan TNI AU.

Maskapai Penerbangan

Maskapai Tujuan Terminal
AirAsia Kuala Lumpur (mulai 22 Desember 2012) Internasional
Batavia Air Jakarta-Soekarno-Hatta Domestik
Garuda Indonesia Jakarta-Soekarno-Hatta Domestik
Indonesia Air Transport Pangkalanbun, Pontianak (setiap Senin dan Jumat) Domestik
Lion Air Jakarta-Soekarno-Hatta Domestik
Silkair Singapura Internasional
Sriwijaya Air Jakarta-Soekarno-Hatta Domestik
Trigana Air Service Banjarmasin, Balikpapan, Berau, (setiap hari); Pangkalanbun, Ketapang, Pontianak (setiap Rabu dan Minggu) Domestik

Dengan Bus

Terminal Bus Tirtonadi, Solo, Jawa Tengah, Indonesia

Terminal Bus Tirtonadi, Solo, Jawa Tengah, Indonesia

Terminal bus besar kota ini bernama Terminal Tirtonadi yang beroperasi 24 jam karena merupakan jalur antara yang menghubungkan angkutan bus dari Jawa Timur (terutama Surabayadan Banyuwangi) dan Jawa Barat (Bandung). Selain Tirtonadi, terdapat pula dua terminal untuk angkutan lokal: Terminal Harjodaksino di sisi selatan kota (dulu merupakan terminal bus antarkota) dan Terminal Tipes di sisi barat kota. Selain itu, dua terminal penunjang terdapat pula di sekitar kota namun berada di luar pengelolaan pemerintah kota, yaitu Terminal Kartasura di barat, yang terhubung ke Jakarta dan Surabaya, dan Terminal Palur di timur kota.

Dengan Kereta

Stasiun Solo Balapan, Solo, Jawa Tengah, Indonesia

Stasiun Solo Balapan, Solo, Jawa Tengah, Indonesia

Stasiun kereta api utama bernama Stasiun Solo Balapan yang merupakan salah satu stasiun besar tertua di Indonesia (dibangun 1873) yang menghubungkan Yogyakarta (barat), Semarang(utara), dan Surabaya (timur), dan terletak berdekatan dengan terminal bus Tirtonadi. Di Kota Surakarta juga terdapat tiga stasiun kereta api lain. Stasiun Solo Jebres dipakai sebagai stasiun perhentian untuk kereta-kereta api kelas ekonomi atau kereta api relasi Semarang-Madiun. Stasiun Solo-Kota (Sangkrah) merupakan stasiun perhentian untuk jalur KA Purwosari-Wonogiri. Stasiun Purwosari di tepi barat kota merupakan stasiun cabang menuju Wonogiri (selatan). Dulu Purwosari juga merupakan stasiun pemberhentian untuk jurusan Boyolali (barat).

Kereta api ekspres ke Jakarta memakan waktu tempuh 10 jam, sementara kereta api ekspres ke Surabaya memakan waktu tempuh 5 jam. Kereta api ekspres yang melalui Solo antara lain: Argo Lawu, Argo Dwipangga, Bima dan Gajayana (dari/ke Jakarta, dengan AC), Argo Wilis dan Lodaya (dari/ke Bandung), Argo Wilis dan Sancaka (dari/ke Surabaya). Kereta bisnis malam Senja Utama Solo juga melayani transportasi dari/ke Jakarta.

Berkeliling

Bus Batik Solo Trans, Solo, Jawa Tengah, Indonesia

Bus Batik Solo Trans, Solo, Jawa Tengah, Indonesia

Batik Solo Trans merupakan BRT (Bus Rapid Transit) yang ada di Surakarta. Bus BST melayani jurusan Berangkat dari Palur – Jurug – UNS – RS Muwardi – Pasar Gede – Gladak – Kustati – Gading – Sraten – Jamsaren – Tipes – Bayangkara – Baron – Gendengan – Purwosari – Kleco – Pabelan – Kartosuro. Harga tiket untuk umum Rp3.000,00 dan pelajar Rp1.500,00. Saat ini Batik Solo Trans juga melayani penumpang hingga Bandara Adisoemarmo dengan harga tiket Rp10.000,00.

Selain menggunakan bus BST ini, alternatif paling murah dan mudah untuk berkeliling di Kota Solo adakah dengan menaiki becak. Tarif umumnya standar, Anda tinggal bernegoisasi saja. Kami pernah menyewa becak selama 6 jam dengan tarif Rp50.000,00.

Sumber: Wikipedia Indonesia

Ikon Penginapan

  1. Kusuma Sahid Prince Solo Hotel *****
    Jl. Sugiyopranoto 20, Mangkunegaran, Solo
    Harga kamar mulai dari Rp 650.000,00 per malam.
  2. Hotel Sahid Jaya *****
    Jl. Gajah Mada No 82 Solo. Telp (0271)644144
    Harga kamar mulai dari Rp 467.769,00 per malam.
  3. Solo Paragon Hotel & Residences ****
    Jalan Dr. Sutomo
    Harga kamar mulai dari Rp 485.000,00 per malam.
  4. Best Western Premier Hotel ****
    Jl. Slamet Riyadi no.6, telpon 0271-666111
    Harga kamar mulai dari Rp 500.000,00 per kamar.
  5. The Sunan Hotel Solo ****
    Jl. Ahmad Yani No. 40, Slamet Riyadi
    Harga kamar mulai Rp 938.000,00 per malam.
  6. Hotel Novotel ****
    Jl. Slamet Riyadi no 272 Solo, telpon 0271-724555
    Harga kamar mulai dari Rp 400.000,00 per malam.
  7. Rumah Turi Green Boutique Hotel ***
    Jl. Srigading No.12 Turisari, telpon 0271-736606
    Harga kamar mulai dari Rp 500.000,00 per malam.
  8. Riyadi Palace Hotel ***
    Jalan Brigadir Jendral Slamet Riyadi 335, telpon 0271-732222
    Harga kamar mulai dari Rp 330.000,00 per malam.
  9. Hotel Agas ***
    Jl. Dr. Muwardi no.44, telepon 0271-716075
    Harga kamar mulai dari Rp 450.000,00 per malam.
  10. Omah Sinten ***
    Jl. Diponegoro No.34-54 Ngarsopuro Depan Kraton Mangkunegaran – Solo, telpon 0271-641160
    Harga kamar mulai dari Rp 650.000,00 per malam.
  11. Roemahkoe Heritage Hotel ***
    Jalan Dr Rajiman No. 501, telpon 0271-714024
    Harga kamar mulai dari Rp 720.000,00 per malam.
  12. Asia Hotel ***
    Jalan Monginsidi No 1, telpon 0271-661166
    Harga kamar mulai dari Rp 235.000,00 per malam.
  13. Diamond Hotel **
    Jalan Brigadir Jendral Slamet Riyadi 392, Slamet Riyadi, telpon 0271-733888
    Harga kamar mulai dari Rp300.00,00 per malam.
  14.  Hotel Ibis Solo ***
    Jl. Gajah Mada no 23, telpon 0271-724555
    Harga kamar mulai dari Rp 380.000,00 per malam.
  15. Hotel Dana ***
    Jl. Slamet Riyadi no.286, telpon 0271-645847
    Harga kamar mulai dari Rp 340.000,00 per malam.
  16. Solo Inn Hotel ***
    Jl. Slamet Riyadi No. 366 Solo, Slamet Riyadi
    Harga kamar mulai dari Rp 450.000,00 per malam.
  17. Pose In Hotel Solo **
    Jl Monginsidi no 25
    Harga kamar mulai dari Rp 500.000,00 per malam.
  18. Lampion Hotel Solo **
    Jl. Dr. Rajiman No. 289 , telpon 0271-7654888
    Harga kamar mulai dari Rp 350.000,00 per malam.
  19. Fave Hotel Adi Sucipto Solo **
    Harga kamar mulai dari Rp 290.000,00 per malam.

Sumber: Pemerintah Kota Solo

Di kalangan penyuka makanan (kuliner), Solo dikenal sebagai salah satu kota di Tanah Air yang merupakan “gudang”-nya makanan lezat. Berbagai makanan minuman maupun jajanan yang khas dapat dengan mudah dijumpai di Solo. Anda akan dimanjakan oleh keanekaragaman makanan yang tersebar di berbagai sudut kota ini, yang menyajikan cita rasa khas dan eksotis yang langka dijumpai di tempat lain.

Cabuk Rambak, Solo, Jawa Tengah, Indonesia

Cabuk Rambak biasa dijajakan berkeliling kampung pada hari-hari biasa. Saat perayaan sekaten bisa dijumpai di sekitar halaman Masjid Agung Keraton. Makanan dengan menu utama ketupat ini sangat khas di Solo. Yang membedakan dengan makanan ketupat di daerah lain adalah bumbunya. Bumbu cabuk rambak memakai wijen yang digoreng bersama santan kelapa, cabai, bawang putih, kemiri dan gula merah. Makanan ini disantap dengan karak, sejenis krupuk dengan bahan dasar beras.

Tengkleng Bu Edy (1), Pasar Klewer, Solo, Jawa Tengah, Indonesia

Tengkleng merupakan makanan semacam gulai kambing tetapi kuahnya tidak memakai santan. Isi tengkleng adalah tulang-tulang kambing dengan sedikit daging yang menempel, bersama dengan usus, sate jerohan, otak dan organ-organ lain seperti mata, telinga, pipi, kaki dan lain-lain. Kenikmatan menyantap tengkleng akan terasa ketika kita menggerogoti sedikit daging yang menempel pada tulang dan menghisap isinya. Yang paling terkenal adalah Tengkleng Klewer Bu Edy.

Sate Kere, Solo, Jawa Tengah, IndonesiaSate Kere ini sangat unik karena menu utamanya adalah sate tempe gembus, yaitu tempe yang dibuat dari ampas kedele sisa pembuatan tahu. Selain itu juga ada sate jerohan sapi, seperti paru, limpa, hati, iso, torpedo, ginjal, dan babat. Sebelum dibakar bahan makanan ini direndam dalam bumbu khas. Sedangkan bumbu untuk menyantapnya yaitu bumbu kacang, dengan kacang yang tidak terlalu banyak sehingga terasa lebih ringan. Sate kere dapat dijumpai di sebelah selatan stadion sriwedari, Warung Yu Rebi dan di depan TK Marsudirini.

Gudeg Ceker Bu Kasno Margoyudan (2), Solo, Jawa Tengah, IndonesiaGudeg Ceker berbahan dasar ceker (kaki ayam) yang menjadi pendamping yang dihidangkan bersama gudeg. Ceker direbus dengan bumbu santan yang direbus dengan bumbu santan sehingga terasa lunak dan lezat. Selain gudeg, ceker juga dapat disajikan sebagai makanan pendamping bubur. Paduan menu ini akan semakin lezat ketika disiram dengan kuah Sambel Goreng Krecek. Gudeg ceker ini dapat ditemui di Jl. Wolter Monginsidi Margoyudan, Warung Gudeg Ceker bu Kasno dibuka mulai jam 2 pagi dan Warung Gudeg sebelah utara perempatan warung pelem buka mulai jam 7 malam.

Selat Segar, Solo, Jawa Tengah, IndonesiaSelat Segar Solo adalah salah satu bentuk percampuran masakan berkuah asal barat dengan selera lidah lokal. Racikan selat solo merupakan adaptasi dari salad yang terdiri dari irisan daging, ditambah dengan rebusan wortel, buncis, telur pindang, kentang dan dilengkapi mayonaise serta kuah kecap yang segar. Warung selat yang terkenal di Solo adalah Warung Selat Mbak Lies di Serengan dan RM Kusuma Sari di Perempatan Nonongan.

Bakmi Ketoprak, Solo, Jawa Tengah, IndonesiaBakmi Toprak Solo berbeda dengan ketoprak jakarta. Toprak solo terdiri dari mi kuning, irisan kol, tahu tempe goreng, telur dan sosis goreng, kemudian disiram dengan kuah kaldu dan irisan tetelan daging sapi serta taburan bawang goreng dan seledri. Sebagai pelengkap bisa ditambah karak (kerupuk nasi).

Nasi Liwet Wongsolemu, Solo, Jawa Tengah, Indonesia

Nasi Liwet merupakan makanan khas Solo yang paling terkenal. Nasi Liwet adalah beras yang dimasak denga kaldu ayam yang membuat nasi terasa gurih dan beraroma lezat. Nasi tersebut dicampur dengan sayur labu siyam yang dimasak agak pedas, telur pindang rebus, daging ayam suwir, kumut (terbuat dari kuah santan yang dikentalkan). Disajikan dengan daun pisang yang dibentuk pincuk sebagai piringnya. Penjual Nasi Liwet banyak dapat dijumpai di daerah Keprabon, buka mulai jam 4 sore.

Timlo Komplit, Warung Timlo Sastro, Solo, Jawa Tengah, Indonesia

Timlo Solo adalah hidangan berkuah bening yang berisi sosis goreng yang dipotong-potong, telur ayam pindang dan irisan hati ampela ayam. Menu ini disantap dengan nasi putih yang ditaburi bawang goreng. Berbeda dengan daerah lain, timlo solo tidak memakai soun dan jamur. Warung Timlo dapat dijumpai di Timur Pasar Gede buka pagi hari dan di Jl Urip Sumoharjo.

Nasi Tumpang, Solo, Jawa Tengah, IndonesiaSambel Tumpang terdiri dari nasi putih yang ditumpangi aneka sayuran rebus seperti bayam, taoge, dan kacang panjang kemudian disiram kuah kental yang terbuat dari santan dan tempe sangit (tempe yang mulai membusuk) yang dihaluskan. Sambel tumpang dapat ditemukan stadion manahan dan di pasar-pasar tradisional.

Gule Goreng, Solo, Jawa Tengah, IndonesiaAda cara lain untuk menikmati gule kambing yang disebut Gul-Gor (Gule Goreng). Gule kambing yang berkuah santan kental dimasak diatas anglo (kompor) arang sampai kering. Proses ini akan membuat daging semakin empuk dan menciptakan rasa unik dan khas. Penjual Gulgor dapat dijumpai di Jl. Diponegoro, sebelah bekas gedung bioskop Dedy Teather dan di depan RS Kustati Pasar Kliwon.

Sate Buntel, Solo, Jawa Tengah, IndonesiaSate Buntel adalah sate kambing khas kota Solo terbuat dari daging kambing yang dicincang halus, diberi bumbu bawang dan merica, kemudian dibuntel (bungkus) dengan lemak kambing. Dimakan bersama kecap, irisan cabe rawit, bawang merah, irisan kol dan tomat. Menu yang lain adalah sate kikil kambing dan gule sumsum. Warung sate kambing dapat dijumpai di Jl. Sutan Syahrir Tambak Segaran.

Pecel Ndeso, Solo, Jawa Tengah, IndonesiaPecel Ndeso adalah nasi pecel yang berasal dari beras merah, dicampur sayur yang berisi dedaunan dan tanaman mulai dari jantung pisang, nikir, daun petai cina, bunga turi, dan kacang panjang, sambal wijen putih atau hitam. Disantap  bersama belut goreng, wader pari goreng, telur ceplok, sosis solo, bongko (kacang merah dan kelapa), gembrot (kelapa dan daun simbukan), otak dan iso goreng. Warung pecel ndeso yang terkenal di solo adalah Waroeng Tempo Doeloe di Jl. Dr Supomo 55 Pasar Mbeling.

Wedangan, Solo, Jawa Tengah, IndonesiaWedangan merupakan salah satu tempat bersosialisasi masyarakat Solo. Tidak hanya sebagai tempat berjualan makanan, tapi juga sarana bersantai, bertukar informasi dengan suasana yang khas. Di atas meja atau gerobak yang unik tersaji nasi yang dibungkus kecil-kecil dan berbagai lauk pauk yang sangat akrab di lidah karena merupakan makanan sehari-hari. Pengunjung leluasa mengambil makanan yang tersaji. Sambil minum teh hangat, kopi, atau wedang jahe pengunjung bisa bergaul akrab. Yang menarik ditempat ini adalah terbentuk kepercayaan antara penjual dan pembeli. Pembeli tinggal mengatakan apa yang sudah disantap dan penjual dengan sigap menghitungnya. Wedangan dapat dijumpai di setiap sudut kota Solo.

Serabi, Solo, Jawa Tengah, IndonesiaSerabi Solo berbeda dengan serabi daerah lain. Jajanan ini tidak dimakan bersama kuah santan yang manis, karena rasanya sendiri sudah manisa dan gurih. Serabi Solo terbuat dari adonan tepung beras, gula pasir, dan santan. Serabi Solo berbentuk bulat seperti piring dengan kerak disekelilingnya. Serabi Solo memakai toping yang beraneka macam seperti taburan coklat, nangka, dan irisan pisang.

Intip, Solo, Jawa Tengah, IndonesiaIntip adalah kerak nasi yang dijemur sampai kering, kemudian digoreng dalam minyak yang panas. Setelah matang ditaburi garam dan adonan gula merah cair. Intip ini terasa gurih karena sari dari nasi yang mengumpul di kerak nasi yang ada di dasar periuk. Intip banyak dijumpai di toko oleh-oleh daerah Pasar Klewer, Pasar Jongke, Pasar Singosaren, depan Toko Orion, dan toko intip di sebelah utara Mangkunegaran.

Dawet Ayu Pasar Gede, Solo, Jawa Tengah, IndonesiaDawet Ayu Pasar Gede ini berbeda dengan dawet lainnya. Dawet ini berasal dari cendol dari tepung beras atau Onggok, ketan hitam, dan selasih yang disiram dengan sirup dari gula kelapayang berwarna bening. Dawet ayu ini tersedia di dalam Pasar Gede Hardjonagoro di pagi hari.

Gempol Pleret, Solo, Jawa Tengah, IndonesiaGempol Pleret terbuat dari tepung beras kasar yang dibuat bulatan-bulatan berdiameter sekitar 1,5 cm. Bulatan ini kemudian disiram dengan kuah santan dan gula kelapa. Gempol Pleret bisa dijumpai di depan toko Abon Varia, Coyudan, pasar tradisional dan banyak juga penjaja keliling yang menjual gempol pleret.

Wedang Dongo, Solo, Jawa Tengah, IndonesiaWedang Dongo adalah minuman beraroma jahe ini mirip dengan wedang ronde. Wedang dongo terdiri dari bulatan yang terbuat dari tepung ketan yang berisi kacang tumbuk dan irisan kolang kaling, kemudian disiram dengan air jahe manis.

Rambak Petis, Solo, Jawa Tengah, IndonesiaRambak petis adalah salah satu makanan yang tidak boleh dilupakan saat mencari oleh-oleh khas Solo. Berbahan baku dari kulit sapi dan kerbau. Camilan ini diproses seperti membuat kerupuk. Yang unik dari panganan ini adalah petisnya. Petis ini semacam kecap yang dihidangkan bersama rambak, dibuat dari kaldu sapi yang diproses bersama gula dan bumbu khas.

Tahok, Solo, Jawa Tengah, IndonesiaTahok, makanan yang konon berasal dari Cina, terbuat dari dari ampas kedelai yang menggumpal seperti agar-agar lembek, kemudian disiram dengan kuah dari campuran gula dan jahe sehingga terasa hangat. Pedagang tahok dapat dijumpai di utara kretek gantung, lodji wetan atau diselatan pasar besar.

Soto Gading, Solo, Jawa Tengah, IndonesiaSoto Gading adalah warung soto yang paling terkenal di kota Solo. Soto disajikan langsung bersama nasi putih. Tersedia juga lauk yang komplit di meja-meja pengunjung. Dengan rasa yang khas, warung soto ini selalu menjadi tujuan wisata kuliner.

Roti Orion, Solo, Jawa Tengah, IndonesiaOrion adalah toko roti yang berumur puluhan tahun dan dikenal sebagai toko roti tertus di Kota Solo. Menu khas toko ini adalah roti mandarin. Toko ini terletak di Jl. Urip Sumoharjo, utara pasar besar.

Roti Kecik Ganep, Solo, Jawa Tengah, IndonesiaToko roti yang mempunyai produk khas yaitu Roti Kecik, sejenis roti kering yang berbentuk stick sebesar ibu jari. Berbahan baku tepung ketan beraroma kayu manis. Roti Kecik Ganep bertempat di Jl. Sutan Syahrir 176 Tambaksegaran.

Sumber: Pemerintah Kota Solo

Kori Kamandungan, Keraton Surakarta Hadiningrat, Solo, Jawa Tengah, Indonesia

Keraton Kasunanan Surakarta

Keraton Surakarta atau lengkapnya dalam bahasa Jawa disebut Karaton Surakarta Hadiningrat adalah istana Kasunanan Surakarta. Keraton ini didirikan oleh Susuhunan Pakubuwono II (Sunan PB II) pada tahun 1744 sebagai pengganti Istana/Keraton Kartasura yang porak-poranda akibat Geger Pecinan1743.

Pura Mangkunegaran, Solo, Jawa Tengah, IndonesiaPura Mangkunegaran

Dibangun pada tahun 1757 oleh Raden Mas Said yang lebih dikenal sebagai Pangeran Sambar Nyawa, setelah penandatanganan Perundingan Salatiga pada tanggal 13 Maret. Raden Mas Said kemudian menjadi Pangeran Mangkoe Nagoro I. Istana Mangkunegaran terdiri dari dua bagian utama: pendopo dan dalem yang diapit oleh tempat tinggal keluarga raja.

Alun-alun Utara, Solo, Jawa Tengah, IndonesiaAlun-Alun Utara

Alun-alun merupakan tempat diselenggarakannya upacara-upacara kerajaan yang melibatkan rakyat. Selain itu, alun-alun menjadi tempat bertemunya raja dan rakyatnya. Di pinggir alun-alun ditanami sejumlah pohon beringin. Di tengah-tengah alun alun terdapat dua batang pohon beringin yang diberi pagar. Kedua batang pohon ini disebut Waringin Sengkeran (harifah: beringin yang dikurung) yang diberi nama Dewodaru dan Joyodaru.

Gapura Pasar Klewer, Solo, Jawa Tengah, IndonesiaPasar Klewer

Sebagai pasar batik terbesar di Indonesia, Pasar Klewer sangat sayang jika dilewatkan, terutama bagi pecinta wisata belanja. Mulai dari batik cap kain katun seharga belasan ribu, hingga batik tulis sutra seharga jutaan rupiah tersedia disini.

Taman Sriwedari (1), Solo, Jawa Tengah, IndonesiaTaman Sriwedari

Taman Sriwedari adalah sebuah kompleks taman di Kecamatan Lawiyan, Kota Solo, Provinsi Jawa Tengah,Indonesia. Sejak era Pakubuwana X, Taman Sriwedari menjadi tempat diselenggarakannya tradisi hiburan Malam Selikuran, selain itu Taman Sriwedari juga pernah menjadi lokasi penyelenggaraan PON I pada tahun 1948.

Museum Radya Pustaka, Solo, Jawa Tengah, IndonesiaMuseum Radya Pustaka

Radya Pustaka adalah museum tertua di Indonesia. Dibangun pada 28 Oktober 1890 oleh Kanjeng Adipati Sosroningrat IV, pepatih dalem pada masa pemerintahan Pakoe Boewono IX dan Pakoe Boewono X. Museum Radya Pustaka juga memiliki perpustakaan yang menyimpan buku-buku budaya dan pengetahuan sejarah, seni dan tradisi serta kesusastraan baik dalam bahasa Jawa Kuno maupun Bahasa Belanda.

Museum Batik Danar Hadi, Solo, Jawa Tengah, IndonesiaMuseum Batik Danar Hadi

UNESCO telah menetapkan batik sebagai salah satu warisan budaya asli Indonesia. Museum Batik Danarhadi adalah museum batik terbaik dan terlengkap di dunia, memiliki lebih dari sepuluh ribu helai kain batik, salah satunya adalah Batik Snow White. Museum ini terletak di Jl. Slamet Riyadi No. 261, Solo.

Pasar Triwindu, Solo, Jawa Tengah, IndonesiaPasar Triwindu

Banyak traveler menyempatkan diri untuk berburu barang-barang antik di Pasar Triwindu ketika berwisata di Solo. Jika beruntung, kita bahkan bisa mendapatkan pusaka dari Kraton Surakarta. Pasar ini terletak di Jalan Diponegoro, Solo.

Kampung Batik Laweyan, Solo, Jawa Tengah, IndonesiaKampung Batik Laweyan

Laweyan, sebuah kampung tua yang memiliki sejarah lebih panjang daripada Surakarta sendiri. Sudah ada sejak jaman Kerajaan Pajang pada abad XIV, Laweyan dulu adalah pusat perdagangan pakaian. Namanya berasal dari kata “lawe”, berarti benang dari kapas yang dipintal.

Sebenarnya kapanpun Anda datang ke Solo adalah waktu yang tepat. Mengapa? Tidak seperti berkunjung ke wisata kepulauan yang harus memperhatikan gelombang laut yang tinggi, wisata di Kota Solo relatif lebih aman sepanjang tahun. Hanya saja, ketika datang di musim penghujan, siap-siap sedia payung saja.

Walaupun Anda bisa datang kapan saja ke Kota Solo, akan lebih baik jika Anda datang di saat-saat diadakan pagelaran semacam karnaval, pagelaran musik, festival kuliner, fashion show, dan event budaya lainnya.

Beberapa tempat kuliner hanya buka waktu malam hari. Sedangkan beberapa lainya buka siang hari. Silakan pilih sesuai selera Anda:

  • Kuliner Siang: Tengkleng Klewer, Timlo Sastro, Soto Gading, Soto Triwindu, Bebek Pak Slamet (cabang pertama), Sate buntel, dan lain sebagainya. Sate Buntel Tambak Segaran adalah sate buntel paling enak di Solo, alternatif lainnya adalah Sate Buntel H. Kasdi.
  • Kuliner Malam: Gudeg Ceker Margoyudan, Nasi Liwet Keprabon, Susu segar Boyolali, warung “hik” atau lesehan di pinggir jalan, pusat kuliner Gladak Langen Bogan, dan lain sebagainya.

Setiap hari minggu pagi diadakan Car Free Day atau jam-jam bebas kendaraan bermotor di Jalan Slamet Riyadi, jalan utama Kota Solo. Banyak sekali kegiatan yang dilakukan oleh warga Solo dan komunitas berkumpul untuk menunjukkan eksistensinya di sepanjang jalan ini.

Sumber: Puppy Traveler.

Comments:

%d bloggers like this: