@EkaPutriY, Diver Muda, Jomblo, dan Pecinta Ayam Bakar Madu

@EkaPutriY, Diver Muda, Jomblo, dan Pecinta Ayam Bakar Madu

@EkaPutriY, Diver Muda, Jomblo, dan Pecinta Ayam Bakar Madu

[kads group=”Post (Top)”]

Artikel / halaman ini telah dibaca oleh 229 orang.

@EkaPutriY memiliki nama asli Eka Putri Yuningsih. Anak pertama dari 2 bersaudara ini lahir di Jakarta pada tanggal 19 Juni 1996. Diver muda yang masih sekolah kelas 2 jurusan IPS di SMA Negeri 1 Jakarta ini juga sering kerja sambilan, “Tergantung email yang dateng“, katanya sambil tertawa. Eka, begitu dia sering disapa, sering blogging di http://ekaputriy.blogspot.com/. Dalam artikelnya yang berjudul “My Dream List”, salah satunya adalah “Have a Travel Mate (at least orang cakep)”. Kok gitu?

“Hahahahaha hahahahaha *ketawa sambil mikir* Karena selama ini kalau traveling sendiri. Aku pengen banget punya travel mate yang ga cuma jadi teman jalan aja. Pengennya tuh jadi pendamping hidup aku juga, membimbing aku yang masih labil ini. Kenapa ganteng? Karena aku nge-fans banget sama @diktaaaaa. Pokoknya gitu deh. Makanya kelamaan jomblo, susah nyari yang sama kaya dia. Tapi kalau ada yang berminat jadi travelmate aku, kontak aja.”

Eka Habis Diving di Pulau Tengah, Kepulauan Karimunjawa

Eka Habis Diving di Pulau Tengah, Kepulauan Karimunjawa

Eka suka lumba-lumba karena menurutnya lumba-lumba adalah hewan yang pintar, lucu, dan tidak pantas untuk dijadikan “babu” di sirkus-sirkus. “Mereka juga butuh kehidupan bebas kaya kita. Mereka punya hak. Jauh lebih indah kan melihat mereka berenang bebas di lautan lepas daripada kita di cium dengan muka mereka yang terlihat menderita?”, paparnya. Eka menyukai diving karena baginya diving itu olahraga yang sangat menyenangkan. “Diving itu ga cuma menyelam, tetapi kita juga menjaga 3 hal, yaitu alam; teman diving, dan diri sendiri.

Kenapa harus punya diving license? Emang buat apa sih itu? Eka menjelaskan, “Dive license itu kayak SIM / passport. Kalau ga punya SIM kan ga boleh bawa kendaraan, kalau ga punya passport kita ga boleh ke luar negeri. Jadi, dive license itu bukti bahwa kita mengetahui diving itu apa, bagaimana cara memakai alat, tahu hal apa yang tidak diperbolehkan saat diving, dan tahu tanda-tanda saat menyelam. Kalau kita ga punya dive license, kita tidak akan diizinkan untuk diving oleh dive centre dimana pun.”

“Saat diving kita harus bernafas dengan teratur, kita juga boleh kok berfoto narsis sama ikan-ikan,salto di dalam air, bahkan kentut dan kencing pas diving juga ga apa-apa. Yang ga boleh di lakukan saat diving adalah menabrak karang, mengganggu ikan, atau pun naik ke permukaan dengan cepat.”

Ada yang mau diving sama Eka terus di kentutin dan di pipisin? 😐

Dive License Eka

Dive License Eka

Eka lebih suka diving atau traveling? “Suka keduanya dong, karena kalau traveling ga diam di satu tempat. Dengan traveling juga bisa mencicipi masakan khas daerah sana, menemukan orang baru, berinteraksi dengan penduduk sekitar, mengenal budaya tiap daerah. Kalau diving, aku memang suka laut dan hewan laut. Jadi, keduanya punya daya tarik tersendiri yang masing-masing aku suka.”

Menurut Eka, traveling adalah “Mencari tempat baru, berkenalan dengan orang baru, mencoba makanan dan minuman di setiap daerah yang di kunjungi.  Traveling juga bisa dimanfaatkan untuk mencari jati diri kita yang sebenarnya. Dengan traveling kita juga bisa ketemu jodoh (Amin). Intinya, traveling itu “mencari” dan “menemukan” sesuatu yang baru dalam kehidupan kita dengan mata kepala kita sendiri.”

Eka Saat di Wego Indonesia

Eka Saat di Wego Indonesia

Eka pertama kali traveling waktu di ajak oleh Ayahnya ke kampung halamannya di Cilacap dan Jember. Eka menyukai traveling karena ia adalah tipe orang yang tidak suka untuk diam di satu tempat. “Gampang bosenan. Mesti melakukan sesuatu pokoknya”, terang Eka.Karena waktunya banyak digunakan untuk sekolah, sejauh ini Eka baru traveling ke Cilacap, Surabaya, Sidoarjo, Banten, Semarang, Jepara, Wonosobo, Garut, Sukabumi, Cirebon, dan Bali. “Masih ke tempat-tempat yang bisa di jangkau oleh bis dan kereta. Eka belum pernah naik pesawat soalnya.” Ga apa-apa kok, ga bagus juga naik pesawat, serem lho. *ceritanya nakut-nakutin*Pengalaman traveling yang paling menyenangkan bagi Eka adalah ketika ia ke Bali. “Karena aku bisa traveling ke luar Pulau Jawa dengan naik bis dan kapal feri aja (yeaaaay). Selain itu, di Bali jugalah awal aku belajar diving.” Eka punya pengalaman buruk ga saat traveling? Eka menjawab, “Banyak. Ah sudahlah, yang ini dilupakan saja.”

Eka Bersiap Diving di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu

Eka Bersiap Diving di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu

Eka ingin sekali mengunjungi seluruh daerah di Indonesia. “Salah satunya Teluk Kiluan, Lampung Selatan, karena ingin ketemu lumba-lumba. Alor, Raja Ampat, Teluk Jailolo, Takabonerate, Pulau Weh, Pulau Derawan, banyak deh pokoknya. Eka juga pengen traveling ke luar Pulau Jawa pakai pesawat!” Sebentar deh, itu salah satu atau salah banyak sik? -_____-“

Eka menyukai segala macam menu yang menghidangkan ayam. “Pokoknya bakal mencicipi segala ayam di seluruh dunia ini. Paling suka sih Ayam Bakar Madu”. Namun demikian, kuliner Indonesia yang aneh menurut Eka adalah torpedo sapi. “Entah buat apa coba makan ‘itu’-nya sapi.” Kalau bakar ayam sambil di madu suka ga? #ehhh 😛

Eka Habis Diving di Kepulauan Karimunjawa

Eka Habis Diving di Kepulauan Karimunjawa

Eka berharap agar warga negara Indonesia makin banyak yang berwisata di negaranya sendiri. “Ga cuma Bali, tapi seluruh Indonesia, khususnya pelajar. Mending cari ilmu traveling di sekitar Indonesia daripada main ke mall tiap weekend.” Eka juga berharap agar Pemerintah Indonesia bisa bekerjasama dengan penduduk lokal untuk mensosialisasikan potensi pariwisata yang ada di daerahnya; memberikan fasilitas yang bermanfaat di setiap daerah terpencil, seperti listrik yang menyala selama 24 jam, penginapan, dan air bersih; serta bekerjasama dengan maskapai penerbangan agar terus promosi tiket murah. Pengen banget naik pesawat yak? 😀

Sekian hasil wawancara gue dengan @EkaPutriY, diver muda, jomblo, yang sangat menyukai ayam ini. Seluruh foto yang ada dalam artikel ini adalah hak milik Eka yang dikirimkan bersama atau setelah wawancara. Artikel ini telah mendapatkan persetujuan dari Eka untuk diterbitkan. Akhir kata, semoga semakin banyak pelajar Indonesia yang gemar traveling seperti Eka. Amin. 🙂

2 thoughts on “@EkaPutriY, Diver Muda, Jomblo, dan Pecinta Ayam Bakar Madu

Comments: