Pantai Lamaru dan Kuburan Jepang: Saksi Bisu Perang Dunia II

Pantai Lamaru dan Kuburan Jepang: Saksi Bisu Perang Dunia II

Pantai Lamaru dan Kuburan Jepang: Saksi Bisu Perang Dunia II

Artikel / halaman ini telah dibaca oleh 5,263 orang.

Selesai makan Ketupat Kandangan, kami (gue dan tukang ojeg) pun segera melanjutkan perjalanan. Tujuan pertama kami adalah Pantai Lamaru dan Kuburan Jepang. Jarak kedua objek wisata ini cukup dekat, sekitar 150 meter. Pantai Lamaru terletak di daerah Lamaru, Balikpapan Timur, Balikpapan, Kalimantan TImur, Indonesia, sekitar 10 kilometer dari Bandar Udara Internasional Sepinggan atau 20 Km dari pusat kota.

Pantai Lamaru (Sisi Kiri), Balikpapan, Kalimantan Timur, Indonesia

Pantai Lamaru (Sisi Kiri)

Meskipun kali ini gue naik ojeg, tapi bagi kalian yang lebih suka dengan public transport bisa naik angkutan umum jalur 7 dari depan bandara dengan ongkos Rp3.000,00 atau dari Terminal Damai dengan ongkos Rp4.000,00 saja. Waktu tempuh dari bandara sekitar 30 menit dan dari Terminal Damai sekitar 45 menit perjalanan. Angkutan umum banyak tersedia dan beroperasi hingga sore / malam hari.

Dibandingkan dengan Pantai Manggar “Segara Sari”, yang nanti bakal gue ceritain, Pantai Lamaru bukanlah objek wisata yang lengkap dengan fasilitas umum, tidak ada warung atau pun toilet umum disini. Hanya terlihat sebuah bangunan berbentuk kapal yang tampaknya adalah sebuah kafe yang sedang tutup. Namun demikian, garis pantai yang cukup panjang dan suasananya yang sepi, sangat cocok dijadikan tempat untuk escape dari keramaian kota.

Pantai Lamaru (Sisi Kanan), Balikpapan, Kalimantan Timur, Indonesia

Pantai Lamaru (Sisi Kanan)

Sampai saat ini gue ga begitu yakin banyak supir angkutan umum yang tahu tentang pantai ini, tapi kalau kalian naik angkutan umum bilang aja mau turun di daerah Lamaru / Kuburan Jepang, jalan masuknya sekitar 100 meter setelah jalan masuk Pantai Manggar “Segara Sari”. Ada papan petunjuk kecil di sebelah kanan (seberang) jalan.

Papan Petunjuk Arah, Kuburan Jepang, Balikpapan, Kalimantan Timur, Indonesia

Papan Petunjuk Arah Pantai Lamaru dan Kuburan Jepang

Dari papan petunjuk tersebut, masuk ke dalam lalu jalan sekitar 200 meter kalian sudah sampai di Pantai Lamaru. Sementara untuk menuju ke Kuburan Jepang, setelah sampai di Pantai Lamaru kalian belok ke (sisi) kiri dan berjalanan kaki sekitar 150 meter. Jalannya bukanlah jalan setapak yang bagus. Jalan saja sampai kalian melewati sebuah rumah yang tampak seperti rumah adat Kalimantan Timur.

Replika Rumah Adat, Balikpapan, Kalimantan Timur, Indonesia

Replika Rumah Adat

Dari rumah tersebut jalan terus sekitar 50 meter kalian akan sampai di pintu gerbang Kuburan Jepang. Kuburan Jepang adalah benda cagar budaya yang dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1992 tentang Benda Cagar Budaya. Kuburan Jepang adalah sebuah kuburan / makam tentara Jepang yang gugur dalam usaha mempertahankan Balikpapan dari gempuran sekutu di masa Perang Dunia II.

Gerbang Kuburan Jepang, Balikpapan, Kalimantan Timur, Indonesia

Gerbang Kuburan Jepang

Di Kuburan Jepang terdapat sebuah tugu peringatan yang berhiaskan huruf Kanji yang dibangun di atas makam pemimpin tentara tersebut. Makam ini dikelilingi dengan taman lengkap dengan sebuah gazebo dan dilengkapi juga dengan toilet umum.

Kuburan Jepang, Balikpapan, Kalimantan Timur, Indonesia

Kuburan Jepang

Kuburan Jepang ini dikelola oleh “Yayasan Sakura Balindo” yang bekerjasama dengan Pemerintah Kota Balikpapan. Waktu gue kesana ga terlihat ada semacam loket pembelian tiket masuk, tapi sang penjaga -seorang ibu-ibu tua- mengatakan bahwa untuk masuk harus memberikan kontribusi uang kebersihan, seikhlasnya.

Gazebo Kuburan Jepang, Balikpapan, Kalimantan Timur, Indonesia

Taman dan Gazebo di Kuburan Jepang

Setelah berbincang sejenak dengan penjaga tempat ini, gue pun berpamitan karena mau ke Pantai Manggar “Segara Sari”. Semoga benda cagar budaya ini akan tetap lestari dan pemerintah setempat mau membangun infrastruktur yang lebih lengkap di sekitar areanya, terutama di Pantai Lamaru. Amin.

One thought on “Pantai Lamaru dan Kuburan Jepang: Saksi Bisu Perang Dunia II

Comments: