Pulau Harapan: Menikmati Murninya Kepulauan Seribu Utara

Pulau Harapan: Menikmati Murninya Kepulauan Seribu Utara

Pulau Harapan: Menikmati Murninya Kepulauan Seribu Utara

Artikel / halaman ini telah dibaca oleh 3,649 orang.

Pulau Harapan adalah salah satu kelurahan di kecamatan Kepulauan Seribu Utara, Kabupaten Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, Indonesia. Pulau Harapan merupakan bagian dari Zona Pemukiman di Taman Nasional Kepulauan Seribu (TNKS). Letak Pulau Harapan berdampingan dengan Pulau Kelapa yang merupakan ibukota kecamatan Kepulauan Seribu Utara. Tidak hanya berdampingan, sebenarnya Pulau Harapan dan Pulau Kelapa boleh dibilang sudah bergabung karena sudah dibuatkan semacam jalan yang menghubungkan kedua pulau itu secara langsung. *Bingung ga sih bacanya? Gue aja yang nulis bingung lho, sumpah deh*

Pulau Harapan, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, Indonesia

Pulau Harapan

Tanggal 17 – 18 November 2012, gue bikin join trip ke Pulau Harapan dengan biaya Rp300.000,00 per orang. Dari seluruh registrasi yang masuk dan bayar DP itu awalnya sejumlah 62 orang, tapi karena satu dan berbagai hal, yang akhirnya berangkat cuma 42 orang. Kasihan banget ya gue sampai berkurang drastis 20 orang gitu, tapi santai show must go on. #tsahhh

Tanggal 17 November 2012 sekitar jam 04.45 WIB gue pun udah sampai di Dermaga Muara Angke, tempat pelabuhan rakyat (kapal ojeg) ke daerah-daerah di Kabupaten Kepulauan Seribu bersandar. Sebagai penyelenggara trip tentu gue harus dateng duluan di meeting point sebelum pesertanya, meskipun ternyata udah ada 2 “ekor” peserta yang dateng duluan. *Kecepetan woy!!!* Ga lama nunggu, para peserta Join Trip ini pun mulai pada dateng.

Peta Wilayah Kelurahan Pulau Harapan, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, Indonesia

Peta Wilayah Kelurahan Pulau Harapan

Sekitar jam 06.30 WIB, seluruh peserta sudah berkumpul semua. *padahal udah gue bilangin jangan sampai lewat dari jam 06.00 WIB*. Kami pun langsung menuju ke kapal untuk menempati tempat duduk yang telah disediakan, lebih tepatnya lesehan yang telah disediakan. Karena telat masuk kapal ini, gue sempet khawatir bakal ada peserta yang ga kebagian tempat lesehan. Modal SMS gue pun tanya satu-satu atau tanya kepala rombongannya masing-masing dan alhamdulillah semua dapet tempat yang “nyaman”. Kurang lebih jam 07.00 WIB, kapal “Dolphin Ecotourism” ini pun berangkat dan kami akan segera menikmati 3 jam perjalanan membelah laut. Wooohhoooo..

Selama 3 jam perjalanan ini, banyak kegiatan yang kami lakuka. Ada yang bercanda, ada yang mainan handphone, ada yang baca komik, ada yang foto-foto narsis, ada yang “kelihatannya” sedang foto-foto pemandangan (padahal mah…), meskipun lebih banyak yang tidur. Gue ngapain? #menurutngana???

This slideshow requires JavaScript.

Tanpa terasa (menurut gue), 2,5 jam perjalanan pun sudah kami lalui dan kapal akan merapat di dermaga Pulau Pramuka untuk menurunkan sebagian penumpang. Kalau kalian mau ke Pulau Harapan, kapal pasti akan berhenti di Pulau Pramuka dulu sebelum melanjutkan perjalanan. Di Pulau Pramuka inilah letak kantor Bupati Kepulauan Seribu berada. Selain menurunkan penumpang, kru kapal pun membongkar tempat nyaman kami karena ternyata di bawahnya ada “timbunan” logistik.

Kru Kapal Bongkar Logistik di Kapal Menuju Pulau Harapan, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, Indonesia

Kru Kapal Bongkar Logistik

Sekitar pukul 10.35 WIB, kapal pun merapat di Dermaga Pulau Harapan. Penantian panjang di dalam kapal pun usai sudah, berganti dengan “Harapan” akan keasrian, ketenangan, dan keindahan Kepulauan Seribu Utara. Setelah kapal merapat di dermaga, gue pun langsung telepon kontak lokal gue yang bantu ngurusin semua kebutuhan kami selama trip ini. Sambil menunggu, gue pun kumpulin semua peserta di dekat dermaga lalu menuju ke gerbang Pulau Harapan dan foto keluarga. Catatan: Tolong fotonya jangan diprotes, maklum soalnya diambil pake kamera murahan. 😛

Berfoto di Gerbang Pulau Harapan, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, Indonesia

Berfoto di Gerbang Pulau Harapan

Setelah sedikit bernarsis-narsis ria, kami pun segera menuju ke homestay yang sudah disiapkan. Karena jumlah pesertanya banyak, kami memakai 2 homestay, 1 homestay berkapasitas 32 orang dan 1 homestay lagi berkapasitas 12 orang. Sebenarnya sih 2 homestay ini bisa menampung hingga 60 orang, tapi ga apa-apalah demi peserta trip tercinta (#prettt). Setelah pembagian kamar dan beristirahat sejenak, kami pun makan siang.

Makan Siang di Homestay, Pulau Harapan, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, Indonesia

Makan Siang di Homestay

Setelah makan siang, sekitar pukul 13.30 WIB kami pun sudah berkumpul di dermaga karena kapal yang akan mengantar kami snorkeling sudah menunggu. Berhubung jumlah pesertanya banyak, maka kami akan memakai kapal yang besar, kapal yang biasa digunakan oleh warga sekitar untuk mencari ikan di laut. Agak aneh sih, tapi enjoy aja lah ya.

Kapal Untuk Snorkeling, Pulau Harapan, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, Indonesia

Kapal Untuk Snorkeling

Kami akan snorkeling di 2 lokasi lalu dilanjutkan dengan island hoping sambil hunting sunset. Karena terletak di bagian utara Kepulauan Seribu, maka kondisi alam di Pulau Harapan tentu masih alami, jauh beda dengan kondisi alam di bagian selatan karena sudah banyak tereksploitasi tanpa terkendali. Di wilayah Kepulauan Seribu Utara inilah pulau-pulau resort dambaan wisatawan mancanegara berada, sbut saja Pulau Macan dan Pulau Putri yang terkenal dengan akuarium bawah lautnya.

Underwater Pulau Macan Gundul, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, Indonesia

Underwater Pulau Macan Gundul

Setelah snorkeling di 2 lokasi. Kami pun melanjutkan perjalanan ke Pulau Kayuangin Bira untuk island hoping sambil menunggu matahari terbenam. Pulau Kayuangin Bira adalah pulau kecil yang berpasir putih dan lembut dengan garis pantai yang memanjang hingga 100 meter.

This slideshow requires JavaScript.

Karena letaknya yang lumayan jauh dari Pulau harapan, sekitar 30 menit perjalanan dengan kapal, akhirnya kami pun tidak menunggu sampai matahari benar-benar tenggelam, toh mendung pun terlihat di kejauhan dan akan menutupi psosesnya. Kami pun segera kembali ke kapal lalu menuju ke Pulau Harapan.

Sunset di Pulau Kayuangin Bira, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, Indonesia

Sunset di Pulau Kayuangin Bira

Sekitar pukul 18.40 WIB kami pun tiba di Pulau Harapan. Agenda selanjutnya adalah beres-beres, makan malam, lalu BBQan. Berhubung baterai kamera sudah low setelah dipakai seharian, jadinya ga ada 1 pun foto yang bisa gue upload disini. Lagi juga ya, daripada liat foto-foto dari gue kan mending kalian nge-trip kesana aja bareng gue, murah kok cuma Rp310.000,00 per orang, udah all in tuh. #promo :p

Pagi hari tanggal 18 November 2012, setelah coffee break dengan gorengan dan kopi / teh, semestinya kami island hoping ke Pulau Putri dan/atau Pulau Perak. Namun karena hujan yang sangat deras dari semalam dan mayoritas peserta tidak membawa jas hujan, maka akhirnya kami hanya berdiam di homestay (kebanyakan sih pada tidur).

Hujan Lebat di Pulau Harapan, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, Indonesia

Hujan Lebat di Pulau Harapan

Sekitar jam 09.00 WIB, hujan pun mulai agak reda, kami pun memutuskan tetap keluar dan jalan, meskipun tidak ke Pulau Putri atau Pulau Perak. Kami akan ke Pulau Kelapa Dua yang terletak persis di seberang Pulau Harapan. Di pulau ini terdapat perkampungan tradisional nelayan, arboretum mangrove dan tempat penangkaran (pelestarian) penyu sisik.

This slideshow requires JavaScript.

Sekitar pukul 10.00 WIB kami pun kembali ke Pulau Harapan untuk packing, makan siang, lalu kembali ke Dermaga Muara Angke. Kami tiba di dermaga sekitar pukul 15.00 WIB. Berakhir sudah join trip kali ini. Semoga ke depan akan banyak lagi join trip seperti ini, lumayanlah buat bantu biaya server yang mahal. Dengan ikut join trip ke Pulau Harapan kalian bantu situs web ini tetap eksis lho. Dengan kata lain, gue emang ambil keuntungan tapi ga sebesar yang diambil travel agent pada umumnya, karena keuntungannya cuma buat biaya server web ini aja. Ada yang tertarik mau ikut? 😀

This slideshow requires JavaScript.

4 thoughts on “Pulau Harapan: Menikmati Murninya Kepulauan Seribu Utara

  1. Hendrison Rxuan

    Bisakah saya minta contact person pemilik homestay yang berkapasitas 32 orang?
    Biayanya 1 malam berapa yah?

    1. facebook-profile-pictureTravellersID Post author

      Tergantung cuaca laut sih. Kalau hujan tapi ombaknya teduh ya tetep berangkat, tapi kalau ombaknya tinggi sih udah pasti ga berangkat. Minggu ini sih ada teman yang kesana dan kapal tetap berangkat. Tapi yang namanya cuaca kan sulit dipastikan ya. 🙂

Comments: