Berpacu Dengan Waktu Demi Sunset di Mangrove Education Forest

Berpacu Dengan Waktu Demi Sunset di Mangrove Education Forest

Berpacu Dengan Waktu Demi Sunset di Mangrove Education Forest

Artikel / halaman ini telah dibaca oleh 324 orang.

Sekitar pukul 16.45 WIB kapal kami pun merapat di dermaga setelah seharian ini snorkeling dan island hoping ke Pulau Menjangan Kecil, Pulau Cemara Kecil, dan Pantai Ujung Gelam. Sesuai dengan rencana dadakan saat jajan-jajan tadi, kami pun bergegas menuju ke homestay untuk menuju ke “Tracking Mangrove” Taman Nasional arimunjawa yang terletak di daerah (Pulau?) Kemujan dengan motor sewaan. Di Karimunjawa cukup banyak tersedia penyewaan motor, bahkan mungkin hampir setiap homestay bisa bantu untuk mencarikannya. Kami menyewa motor jenis matic dengan harga Rp25.000,00 untuk durasi 6 jam. Perjalanan menuju area “Tracking Mangrove” ini diperkirakan membutuhkan waktu tempuh sekitar 20 menit, kalau ngebut (60 km/jam).

Gerbang Tracking Mangrove, Kepulauan Karimunjawa, Jepara, Jawa Tengah, Indonesia

Gerbang Tracking Mangrove, Kepulauan Karimunjawa, Jepara, Jawa Tengah, Indonesia (Gambar: Wikipedia Commons)

Kondisi jalan menuju ke area “Tracking Mangrove” ini tidak cukup mulus (Oktober 2012), terdapat cukup banyak lubang di bagian tengah jalan. Kami pun sempat was-was mengingat kalau kami tidak ngebut makan akan kehilangan momen sunset, tetapi kalau ngebut risiko terjatuh dari motor pun cukup besar. Entah berapa kecepatan motor kami saat itu, yang pasti, sekitar pukul 17.05 WIB kami sudah sampai di depan gerbang “Tracking Mangrove”. Namun karena sudah terlalu sore, tidak tampak ada penjaga di pintu gerbang ini. Kami pun melanjutkan perjalanan melalui jalur tracking yang tersedia. Jalur tracking ini berupa papan kayu sepanjang kurang lebih 2 Km yang mengelilingi seluruh area. Namun demikian, hutan mangrove-nya sendiri mempunyai luas sekitar 10,5 hektar. Nah jalur tracking ini hanya mengitari sebagian kawasan hutan yang baru-baru ini dipromosikan menjadi “Mangrove Education Forest” atau wisata pendidikan hutan mangrove.

Jalur Tracking, Mangrove Education Forest, Kepulauan Karimunjawa, Jepara, Jawa Tengah, Indonesia

Jalur Tracking, Mangrove Education Forest, Kepulauan Karimunjawa, Jepara, Jawa Tengah, Indonesia

Perjalanan dari pintu gerbang melalui jalur tracking menuju ke sunset spot membutuhkan waktu sekitar 5 – 10 menit. Sepanjang perjalanan kami disuguhi dengan ekosistem mangrove yang masih alami serta kicauan burung. Di sepanjang jalur tracking juga terdapat semacam gardu yang dapat digunakan untuk beristirahat. Sunset spot ini juga tampaknya merupakan area untuk kegiatan bird watching.

Bird Watching Area, Mangrove Education Forest, Kepulauan Karimunjawa, Jepara, Jawa Tengah, Indonesia

Bird Watching Area, Mangrove Education Forest, Kepulauan Karimunjawa, Jepara, Jawa Tengah, Indonesia

Di kejauhan tampak matahari sudah mulai akan tenggelam, namun sayang terlihat juga awan yang akan menutupinya, meski tidak setebal kemarin. Sambil menunggu, kami pun melihat-lihat kondisi sekeliling.

Menjelang Sunset, Mangrove Education Forest, Kepulauan Karimunjawa, Jepara, Jawa Tengah, Indonesia

Menjelang Sunset, Mangrove Education Forest, Kepulauan Karimunjawa, Jepara, Jawa Tengah, Indonesia

Sekitar pukul 17.27 WIB, akhirnya momen yang dinanti-nanti oleh 6 anak muda (ditambah dengan 2 tour guide) yang keren-keren ini pun tiba, momen yang tidak akan terlupakan atau pun terulang di lain waktu, momen yang tidak dirasakan olh belasan teman kami yang tidak ikut kesini, momen yang ….. #krikk. Lihat sendiri aja deh foto-fotonya.

Sunset di Mangrove Education Forest (1), Kepulauan Karimunjawa, Jepara, Jawa Tengah, Indonesia

Sunset di Mangrove Education Forest, Kepulauan Karimunjawa, Jepara, Jawa Tengah, Indonesia

Puas mengabadikan sunset di mata, hati, pikiran, dan kamera, kami pun beranjak ke tempat lain. Sebenarnya rencana kami awalnya hanya ingin hunting sunset di tempat ini, tapi tour guide dari @exploresolo menyarankan untuk melihat tempat lain. Sayang kan nyewa motor tapi hanya dipakai sebentar. Setelah dari tempat ini kami pun mengunjungi “Rumah Adat Bugis” dan berkeliling di seluruh area Pulau Kemujan dengan ending menikmati full moon di pelabuhan yang kami lupa namanya. Cerita lengkapnya menyusul ya.

This slideshow requires JavaScript.

Comments: