Napak Tilas Tsunami Aceh, Dari Sinilah Kami Memulai

Napak Tilas Tsunami Aceh, Dari Sinilah Kami Memulai

Napak Tilas Tsunami Aceh, Dari Sinilah Kami Memulai

[kads group=”Post (Top)”]

Artikel / halaman ini telah dibaca oleh 628 orang.

Travellovers on Twitter" href="https://twitter.com/#!/search/%23Travellovers" target="_blank">#Travellovers, setelah seminggu yang lalu kami liburan ke Yogya, minggu ini waktunya kami berlibur ke Kota Banda Aceh dan Kota Sabang, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), Indonesia. Seperti biasa, kali ini masih liburan dengan konsep “Work-Pleasure Travelers”. Liburan Banda Aceh kali ini cukup singkat karena tujuan utama liburan kami adalah ke Kota Sabang, jadi bisa dibilang liburan di Banda Aceh hanya sekedar singgah. 😀

Sekitar pukul 10.45 WIB, pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA142 yang kami tumpangi tiba di Bandar Udara  (Bandara) Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM), setelah sebelumnya transit di Bandar Udara Internasional Polonia, Medan, selama kurang lebih 30 (tiga puluh) menit. Bandara SIM ini terletak di Kecamatan Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, sekitar 20 (tiga puluh) menit perjalanan dengan mobil dari Kota Banda Aceh. Ketika kami tiba di bandara ini, pada sisi penerbangan internasional sedang dalam renovasi.

Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, NAD, Indonesia

Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, NAD, Indonesia

Setelah menurunkan koper dan ransel, kami pun segera menuju Pintu Kedatangan penumpang karena driver yang akan mengantarkan ke Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, sudah menunggu. Namun karena jadwal kapat cepat dari Pelabuhan Ulee Lheue menuju Pelabuhan Balohan di Kota Sabang adalah sekitar pukul 16.00 WIB, waktu cukup lama yang tersedia pun akan kami manfaatkan untuk berkeliling Kota Banda Aceh. 🙂

Sebelum berkeliling Kota Banda Aceh, kami menjemput seorang guide lokal yang bernama Pak Iskandar, beliau lah yang akan menemani kami selama berkeliling sementara sang driver lebih memilih untuk mengantar. Setelah berkenalan sebentar lalu sedikit berdiskusi tentang tempat yang akan kami tuju dan karena hari sudah semakin siang, maka kami pun segera beranjak dari rumah Pak Iskandar untuk menuju beberapa “monumen” Bencana Tsunami Aceh.

Bagi Travellovers on Twitter" href="https://twitter.com/#!/search/%23Travellovers" target="_blank">#Travellovers yang ingin mengikuti jejak “Napak Tilas Tsunami Aceh”, ada beberapa tempat yang bisa dikunjungi, yaitu:

  1. Kapal di Atas Rumah” yang terletak di daerah Lampulo, Banda Aceh;
  2. “Warung Nasi Hasan”. Meskipun tempat yang satu ini tidak termasuk dalam definisi “Napak Tilas Tsunami Aceh”, namun bagi #Travellovers yang berminat mencicipi masakan khas Aceh, wajib datang kesini. Kalau memungkinkan, cobalah menemui Pak Hasan pemilik warung ini, beliau punya cerita tersendiri tentang Bencana Tsunami Aceh di tahun 2004 yang lalu;
  3. “Masjid Raya Baiturrahman” yang terletak di pusat kota Banda Aceh;
  4. “Museum Tsunami Aceh” yang juga terletak di pusat kota Banda Aceh, tidak jauh dari Masjid Raya Baiturrahman;
  5. “PLTD Apung” yang terletak di daerah Punge Blang Cut, Banda Aceh; dan
  6. Karena tujuan utama kami adalah Kota Sabang, tidak ada salahnya kita sedikit membahas tentang “Pelabuhan Ulee Lheue”.

Comments: