“Kapal Di Atas Rumah”, Kapal Penyelamat 59 Orang

“Kapal Di Atas Rumah”, Kapal Penyelamat 59 Orang

“Kapal Di Atas Rumah”, Kapal Penyelamat 59 Orang

Artikel / halaman ini telah dibaca oleh 6,340 orang.

Travellovers on Twitter" href="https://twitter.com/#!/search/%23Travellovers" target="_blank">#Travellovers, sebagaimana telah kami jelaskan sebelumnya pada bagian “Napak Tilas Tsunami Aceh: Dari Sinilah Kami Memulai”, setelah berdiskusi tentang tempat-tempat yang akan kami kunjungi, maka tempat pertama adalah “monumen” “Kapal di Atas Rumah” yang terletak di daerah Lampulo, Banda Aceh, Nanggroe Aceh Darussalam, Indonesia. Begini ceritanya:

Bencana Tsunami Aceh pada tanggal 26 Desember 2004 yang lalu membawa kapal seberat 20 ton ini tersangkut di atas rumah penduduk di kawasan gampong Lampulo, tepatnya di atas rumah keluarga Misbah dan Abassiah. Kapal dengan panjang 25 meter dan lebar 5,5 meter ini terbuat dari kayu. Bagian bawah kapal dicat warna hitam, sedangkan badan kapal tampak telah dicat kembali dengan cat minyak berwarna perak. Beberapa bagian di dinding kapal terlihat mulai lapuk dimakan usia. Bagi para pengunjung keberadaan kapal ini  tentu saja akan mengingatkan pada kekuasaan Sang Pencipta.

Kapal Di Atas Rumah 1, Lampulo, Banda Aceh, NAD, Indonesia

Kapal Di Atas Rumah 1, Lampulo, Banda Aceh, NAD, Indonesia

Untuk memudahkan pengunjung melihat bagian atas kapal, dibangun tangga datar setinggi lima meter. Seluruh bangunan ini berwarna abu-abu. Dari atas sini kita dapat dengan leluasa melihat bagian dalam kapal dan juga rumah-rumah penduduk di sekitarnya.

Kapal Di Atas Rumah 2, Lampulo, Banda Aceh, NAD, Indonesia

Kapal Di Atas Rumah 2, Lampulo, Banda Aceh, NAD, Indonesia

Di bawah kita akan menemukan sebuah plakat dalam tiga bahasa; Aceh, Indonesia dan Inggris. Plakat ini dirancang oleh tim Bustanussalatin dan bantuan recovery Aceh-Nias Trust Fund BRR. Di atas plakat ada tulisan “Kapal ini dihempas oleh gelombang tsunami pada tanggal 26 Desember 2004 hingga tersangkut di rumah ini. Kapal ini menjadi bukti penting betapa dahsyatnya musibah tsunami tersebut. Berkat kapal ini 59 orang terselamatkan pada kejadian itu”.

Untuk mencapai objek wisata ini tidaklah sulit, letaknya berdekatan dengan kantor Puskesmas Lampulo, persis di belakang sekolah dasar (SD) 65 Coca Cola Banda Aceh. Akses ke sana juga mudah, bisa menggunakan sepeda motor atau naik becak dengan tarif tiga ribu rupiah per kilometernya.

Baiklah Travellovers on Twitter" href="https://twitter.com/#!/search/%23Travellovers" target="_blank">#Travellovers, berhubung hari sudah siang, ada baiknya kita makan siang dulu di “Warung Nasi Hasan” barulah kita melanjutkan perjalanan. 🙂

Comments: