Pelabuhan Balohan, Pintu Utama Kota Sabang

Pelabuhan Balohan, Pintu Utama Kota Sabang

Pelabuhan Balohan, Pintu Utama Kota Sabang

Artikel / halaman ini telah dibaca oleh 799 orang.

Setelah menempuh perjalanan sekitar 45 (empat puluh lima) menit dari “Pelabuhan Ulee Lheue” dengan kapal ferry, kami pun tiba di Pelabuhan Balohan, Kota Sabang, NAD, Indonesia. Pelabuhan Balohan ini tidaklah sebesar dan sebagus Pelabuhan Ulee Lheue di Banda Aceh, cukup layaklah kalau sekedar untuk tempat bersandarnya kapal penumpang. Tapi jangan salah lho Travellovers on Twitter" href="https://twitter.com/#!/search/%23Travellovers" target="_blank">#Travellovers, pelabuhan di Sabang termasuk salah satu pelabuhan bebas seperti di Batam.

Pelabuhan Balohan 1, Sabang, NAD, Indonesia

Pelabuhan Balohan 1, Sabang, NAD, Indonesia

Sekitar pukul 17.00 WIB kami tiba di pelabuhan ini, setelah mengabadikan beberapa spot, kami pun alngsung menghubungi Bapak Ade, seorang driver yang akan menemani perjalanan kami selama 3 (tiga) hari 2 (dua) malam di Sabang. O, ya! Bapak Ade ini adalah kak kandung dari driver kami sebelumnya di Banda Aceh. Kami mendapatkan kontak Bapak Ade tentu saja dari adiknya itu, kakak-beradik yang punya pekerjaan sambilan sebagai driver, keren. 🙂

Pelabuhan Balohan 2, Sabang, NAD, Indonesia

Pelabuhan Balohan 2, Sabang, NAD, Indonesia

Setelah bertemu dan berkenalan dengan Bapak Ade, kami pun berbincang-bincang sebentar dengan beliau sambil menyampaikan beberapa tempat-tempat yang ingin kami kunjungi selama di Kota Sabang. Namun demikian, sampai saat itu pun kami belum tahu tempat wisata apa saja yang ada di Sabang, yang kami tahu hanyalah Tugu Titik Nol Indonesia. Untuk tempat menginap pun kami hanya mendapat rekomendasi di Santai Sumur Tiga atau yang lebih dikenal dengan tempat Freddy. Kami mendapat rekomendasi tempat menginap ini dari tulisan seorang blogger Aceh dan begitu kami melihat situs web tempat ini, tanpa pikir panjang lagi kami langsung booking kamar secara online. Menurut kami, ini adalah best place to stay in Sabang. 🙂

Tanpa banyak berbasa-basi, kami pun langsung menuju penginapan Santai Sumur Tiga dengan taksi Bapak Ade. Sebagai catatan, taksi di Kota Sabang ini tidak memiliki bentuk khusus seperti taksi pada umumnya. Jenis dan bentuk taksi tergantung keinginan atau mobil yang dimiliki oleh sang pengemudi, meskipun plat nomor kendaraannya tetap berwarna kuning. Uniknya lagi, pengemudi taksi di Kota Sabang ini adalah sekaligus pemilik kendaraannya.

Salah Satu Taksi di Pelabuhan Balohan, Sabang, NAD, Indonesia

Salah Satu Taksi di Pelabuhan Balohan, Sabang, NAD, Indonesia

Setelah menempuh perjalanan selama 15 (lima belas) menit, kami pun tiba di penginapan Santai Sumur Tiga. Karena hari sudah terlalu sore bahkan menjelang malam, tidak banyak yang kami lakukan selain check in kamar dan menikmati suasana romantis sekaligus menakjubkan yang ditawarkan oleh penginapan ini. 🙂

Travellovers on Twitter" href="https://twitter.com/#!/search/%23Travellovers" target="_blank">#Travellovers, tampaknya sekian dulu Catatan Perjalanan kali ini. Nantikan Catatan Perjalanan kami selanjutnya, masih di Kota Sabang, yang tentunya akan membuat Anda terkagum-kagum dengan eksotisme Kota Sabang, terutama keindahan pantai, sunrisesunset, dan alam bawah lautnya. 😀

Berikut adalah beberapa destinasi wisata di Kota Sabang yang berhasil kami kunjungi di kesempatan kali ini:

  1. Zero Kilometer of Indonesia, Dari Sinilah Indonesia Dimulai
  2. Pantai IboihSnorkeling Spot Terbaik di Ujung Indonesia
  3. Taman Laut RubiahDiving Spot Terbaik di Ujung Indonesia
  4. Pantai Gapang, Inspirasi Terhebat Bagi Fotografer
  5. Pantai Anoi Itam, Si Hitam Yang Eksotis
  6. Pantai Kasih, Indahnya Sunset di Samudera Indonesia
  7. Pantai Sumur Tiga, Hawaii-nya Sabang

 

2 thoughts on “Pelabuhan Balohan, Pintu Utama Kota Sabang

    1. facebook-profile-picturePradikta Dwi Anthony Post author

      Halo, saya lupa namanya Pak Ade atau Pak Agus, kayaknya sih Pak Agus, hee.. Ini nomornya, semoga masih aktif: 081360014721.

Comments: