Masjid Baiturrahman, Tetap Kokoh Meski Sekitarnya Hancur

Masjid Baiturrahman, Tetap Kokoh Meski Sekitarnya Hancur

Masjid Baiturrahman, Tetap Kokoh Meski Sekitarnya Hancur

[kads group=”Post (Top)”]

Artikel / halaman ini telah dibaca oleh 4,256 orang.

Setelah makan siang, kami pun melanjutkan perjalanan kembali dengan tujuan Masjid Raya Baiturrahman yang terletak di pusat kota Banda Aceh. Masjid ini dahulunya merupakan masjid Kesultanan Aceh. Masjid Raya Baiturrahman merupakan salah satu masjid termegah di Asia Tenggara. Masjid ini berada di pusat kota Banda Aceh yang bersebelahan dengan pasar tradisional Aceh, Nanggroe Aceh Darussalam, Indonesia. Masjid yang menempati area kurang lebih empat hektar ini berarsitektur indah dan unik, memiliki tujuh kubah, empat menara dan satu menara induk. Ruangan dalam berlantai marmer buatan Italia, luasnya mencapai 4.760 m2, dan dapat menampung hingga 9.000 jama‘ah. Di halaman depan masjid terdapat sebuah kolam besar, rerumputan yang tertata rapi dengan tanaman hias dan pohon kelapa yang tumbuh di atasnya.

Masjid Raya Baiturrahman 1, Banda Aceh, Nanggroe Aceh Darussalam, Indonesia

Masjid Raya Baiturrahman 1, Banda Aceh, Nanggroe Aceh Darussalam, Indonesia

Masjid ini merupakan saksi bisu sejarah Aceh. Masjid ini merupakan markas pertahanan rakyat Aceh ketika berperang dengan Belanda (1873-1904). Pada saat terjadi Perang Aceh pada tahun 1873, masjid ini dibakar habis oleh tentara Belanda. Pada saat itu, Mayjen Khohler tewas tertembak di dahi oleh pasukan Aceh di pekarangan Masjid Raya. Untuk mengenang peristiwa tersebut, dibangun sebuah monumen kecil di depan sebelah kiri Masjid Raya, tepatnya di bawah pohon ketapang. Enam tahun kemudian, untuk meredam kemarahan rakyat Aceh, pihak Belanda melalui Gubernur Jenderal Van Lansnerge membangun kembali Masjid Raya ini dengan peletakan batu pertamanya pada tahun 1879. Hingga saat ini Masjid Raya telah mengalami lima kali renovasi dan perluasan (1879-1993).

Masjid Raya Baiturrahman 3, Banda Aceh, Nanggroe Aceh Darussalam, Indonesia

Masjid Raya Baiturrahman 3, Banda Aceh, Nanggroe Aceh Darussalam, Indonesia

Peristiwa sejarah yang terakhir adalah terjadinya bencana tsunami 24 Desember 2004. Ketinggian dan derasnya air tsunami yang hampir 2 (dua) meter menggenangi ruangan dalam Masjid Raya, menjadi saksi sejarah bagi kebanyakan orang yang selamat ketika berlindung di Masjid Raya. Setelah air tsunami surut, di dalam Masjid Raya dijadikan tempat meletakkan ribuan jenazah korban tsunami.

Masjid Raya Baiturrahman 5, Banda Aceh, Nanggroe Aceh Darussalam, Indonesia

Masjid Raya Baiturrahman 5, Banda Aceh, Nanggroe Aceh Darussalam, Indonesia

Bagi Travellovers on Twitter" href="https://twitter.com/#!/search/%23Travellovers" target="_blank">#Travellovers yang muslim, sempatkanlah untuk sholat di masjid ini dan rasakan kesejukan di dalamnya, bukan hanya karena kesejukkan tempat ibadah, tapi arsitektur matang dan menawan yang membuat sirkulasi udaranya begitu lancar. 🙂

Masjid Raya Baiturrahman 2, Banda Aceh, Nanggroe Aceh Darussalam, Indonesia

Masjid Raya Baiturrahman 2, Banda Aceh, Nanggroe Aceh Darussalam, Indonesia

Baiklah Travellovers on Twitter" href="https://twitter.com/#!/search/%23Travellovers" target="_blank">#Travellovers, saatnya kita menuju ke tempat ketiga, yaitu “Museum Tsunami Aceh”. 🙂

Galeri:

Comments: