Bengkulu

TravellersID - Visit Bengkulu

Provinsi Bengkulu yang sama dengan nama ibu kotanya yaitu Bengkulu merupakan kota pesisir yang awalnya dikenal dengan nama Bencoolen.

Bengkulu akan megingatkan Anda pada Sir Thomas Stamford Raffles yang diangkat oleh Kerajaan Inggris untuk menjadi Gubernur Bengkulu tahun 1818. Dia tiba di Bengkulu bulan Maret 1818 didampingi oleh isterinya Lady Sophia Raffles dan seorang Kepala Adat Jawa Raden Rana Dipura. Ketika Raffles tiba di Bengkulu dia menemukan Bengkulu yang luluh lantak akibat gempa bumi, oleh karena itu kota Bengkulu disebut dengan istilah “Tanah Mati”. Namun setelah itu, Raffles bersama-sama dengan rakyat Bengkulu membangun dan membangkitkan kembali Kota Bengkulu dari puing-puing Tanah Mati. Maka tidak mengherankan jika sisa pengaruh Inggris masih terasa sampai saat ini.

Bengkulu terletak di pesisir barat Pulau Sumatra dan berhadapan langsung dengan Samudera Indonesia. Bengkulu berada pada koordinat 300 45’ – 300 59’ LS dan 1020 14’ – 1020 22’ BT dengan luas wilayah 151,7 km². Penduduk yang mendiami kota ini berasal dari berbagai suku bangsa, di antaranya suku Melayu, Rejang, Serawai, Lembak, Bugis, Minang, Batak dan lain-lain.  Bengkulu memiliki obyek wisata yang beragam dari wisata alam, wisata bahari, wisata sejarah, dan wisata budaya.

Peta Provinsi Bengkulu

Peta Provinsi Bengkulu

Wisata alam yang dapat Anda kunjungi adalah Pantai Panjang, dimana Anda akan disambut pohon cemara rindang yang menghiasi sepanjang pantai. Ada juga Pantai Pasir Putih dekat pelabuhan Samudra Pulau Baii sekitar 19 km dari kota Bengkulu dengan pantainya yang bersih dan pasirnya yang putih. Di Pulau Tikus Anda dapat berwisata bahari sambil melihat pulau-pulau kecil yang mengitari dengan karang-karang yang indah.

Mengapa juga tidak Anda coba ke Danau Dendam Tak Sudah yang dikelilingi oleh perbukitan kecil dengan Bukit Barisan sebagai latar belakangnya. Di sini tumbuh Anggrek air Vanda hookeriana di sepanjang danau. Ketika musim bunga, maka Anda dapat nikmati bagaimana anggrek tersebut membuat danau menjadi indah menawan dan sejuk.

Bunga Raflessia Arnoldy, Bengkulu, Indonesia

Bunga Raflessia Arnoldy, Bengkulu, Indonesia

Bengkulu memiliki kekayaan flora unik seperti Raflessia Arnoldy yang ditemukan pertama kali oleh Sir Thomas Raffles dan Dr. Arnoldy di Dusun Lubuk Tapi tahun 1818. Bunga ini adalah bunga terbesar di dunia berdiameter 100 cm. Bunga ini membutuhkan 6 sampai 8 bulan untuk tumbuh dan 15 hari setelah itu untuk berbunga. Keunikan dari bunga ini adalah tidak memiliki akar, daun dan batang. Tumbuhan ini termasuk parasit kerena memiliki klorofil dan haustoriayang mengeluarkan bau cukup menyegat busuk untuk menarik serangga. Bunga ini sering tumbuh dan ditemukan di Taba Penanjung I dan Taba Penanjung III  sekitar Bengkulu Tengah, daerah di wilayah kabupaten Kepahiang, dan daerah di wilayah kabupaten Rejang Lebong.

Ada juga bunga Kibut (Amorphopalus titanuum). Bunga ini sangat menarik dan cantik karena tidak memiliki batang tetapi memiliki bunga yang tingginya mencapai 3 m dan kuat tumbuh di atas tanah. Bunga ini tumbuh di sekitar Rejang Lebong mengelilingi Kepahiang, Bengkulu Utara, dan Bengkulu Selatan.

Bengkulu juga memiliki beragam tanaman anggrek di antaranya anggrek air atau Vanda hookeriana. Anggrek air ini hanya terdapat di Danau Dendam Tak Sudah terletak sekitar 5 km dari kota Bengkulu. Beberapa macam anggrek liar dan alami lainnya dapat Anda ditemukan di provinsi Bengkulu.

Bengkulu memiliki berbagai macam kekayaan hutan seperti kayu medang, meranti, rattan, dan damar. Sementara tanaman lainnya yang dibudidayakan oleh masyarakatnya adalah minyak sawit, getah karet, kopi, durian, jeruk, dan sayuran.

Di Bengkulu dapat juga Anda temukan upacara adat Tabot, yaitu upacara tradisional tentang kepahlawanan Husein cucu Nabi Muhammad yang gugur dalam peperangan melawan Yazid. Perayaan ini pertama kali dilakukan oleh Syeh Burhanuddin yang dikenal sebagai Imam Senggolo tahun 1685. Syeh Burhanuddin menikah dengan wanita Bengkulu dan kemudian anak, cucu, dan keturunannya disebut sebagai keluarga tabot. Upacara ini dilaksanakan 1 sampai 10 Muharram bulan Islam, karena itu Anda jangan sampai terlewat untuk menyesuaikan dengan tanggal Masehi saat mengunjungi Bengkulu. Upacara Tabot digelar setiap tahun. Ada juga upacara lainnya yang mengiringi Tabot sepertiUpacara Mengambil Tanah, dilakukan tanggal 1 sampai 4 Muharram. Duduk Penjah setiap 5 Muharram, Menjarasetiap 5-6 Muharram. Anak Jari-Jari dan Sorban setiap 7-8 Muharram. Arak Gedang setiap  9 Muharram danPembuangan Tabot setiap 10 Muharram.

Fauna yang ada di Bengkulu beraneka ragam seperti macan, kijang, gajah, monyet, dan rangkong. Ada juga tempat latihan hewan gajah yaitu di Way Kambas Elephant Training Center (ETC) di Seblat yang terletak di sebelah sungai Seblat, Putri Hijau, Bengkulu utara. Tempat latihan ini adalah salah satu dari tempat latihan yang ada di Indonesia (ETC lainnya ada di Lhokseumawe, Aceh; Sebangau, Riau; dan Sebokor, Sumatera Selatan). Untuk mengunjunginya Anda dapat menggunakan kendaraan roda empat. terletak 132 km dari Bengkulu atau sekitar 3 jam perjalanan.

Bengkulu memiliki taman laut sekitar Pulau Enggano, Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), Taman Berburu di Gunung Nanu’ua, dimana hutannya yang masih alami yang terletak di pulau Enggano. Anda dapat berburu banteng liar, bore (babi liar), kijang, monyet, dan beberapa jenis hewan lainnya.

Sumber: Indonesia.Travel

Thomas Parr Monuments, Bengkulu, Indonesia

Thomas Parr Monuments, Bengkulu, Indonesia

Di wilayah Bengkulu sekarang pernah berdiri kerajaan-kerajaan yang berdasarkan etnis seperti Kerajaan Sungai Serut, Kerajaan Selebar, Kerajaan Pat Petulai, Kerajaan Balai Buntar, Kerajaan Sungai Lemau, Kerajaan Sekiris, Kerajaan Gedung Agung, dan Kerajaan Marau Riang. Di bawah Kesultanan Banten, mereka menjadi vazal. Sebagian wilayah Bengkulu, juga pernah berada dibawah kekuasaan Kerajaan Inderapura semenjak abad ke-17.

British East India Company (EIC) sejak 1685 mendirikan pusat perdagangan lada Bencoolen/Coolen yang berasal dari bahasa inggris “Cut Land” yang berarti tanah patah wilayah ini adalah wilayah patahan gempa bumi yang paling aktif di dunia dan kemudian gudang penyimpanan di tempat yang sekarang menjadi Kota Bengkulu. Saat itu, ekspedisi EIC dipimpin oleh Ralph Ord dan William Cowley untuk mencari pengganti pusat perdagangan lada setelah Pelabuhan Banten jatuh ke tangan VOC, dan EIC dilarang berdagang di sana. Traktat dengan Kerajaan Selebar pada tanggal 12 Juli 1685 mengizinkan Inggris untuk mendirikan benteng dan berbagai gedung perdagangan. Benteng York didirikan tahun 1685 di sekitar muara Sungai Serut.

Benteng Marlborough, Bengkulu, Indonesia

Benteng Marlborough, Bengkulu, Indonesia

Sejak 1713, dibangun benteng Marlborough (selesai 1719) yang hingga sekarang masih tegak berdiri. Namun demikian, perusahaan ini lama kelamaan menyadari tempat itu tidak menguntungkan karena tidak bisa menghasilkan lada dalam jumlah mencukupi.

Sejak dilaksanakannya Perjanjian London pada tahun 1824, Bengkulu diserahkan ke Belanda, dengan imbalan Malaka sekaligus penegasan atas kepemilikan Tumasik/Singapura dan Pulau Belitung). Sejak perjanjian itu Bengkulu menjadi bagian dari Hindia Belanda.

Penemuan deposit emas di daerah Rejang Lebong pada paruh kedua abad ke-19 menjadikan tempat itu sebagai pusat penambangan emas hingga abad ke-20. Saat ini, kegiatan penambangan komersial telah dihentikan semenjak habisnya deposit.

Pada tahun 1930-an, Bengkulu menjadi tempat pembuangan sejumlah aktivis pendukung kemerdekaan, termasuk Sukarno. Di masa inilah Sukarno berkenalan dengan Fatmawati yang kelak menjadi isterinya.

Setelah kemerdekaan Indonesia, Bengkulu menjadi keresidenan dalam provinsi Sumatera Selatan. Baru sejak tanggal 18 November 1968ditingkatkan statusnya menjadi provinsi ke-26 (termuda sebelum Timor Timur).

Sumber: Wikipedia Indonesia

Udara

Bandar Udara Fatmawati Soekarno, Bengkulu, Indonesia

Bandar Udara Fatmawati Soekarno, Bengkulu, Indonesia

Bandara Fatmawati Soekarno adalah bandar udara di yang terletak di kota Bengkulu, provinsi Bengkulu, tepatnya di Jl. Raya Padang kemiling – Slebar – Bengkulu. Dahulu bandara ini bernama Bandara Padang Kemiling, kemudian diresmikan menjadi Bandara Fatmawati Soekarno oleh Presiden Megawati Soekarnoputri pada 14 November 2001.

Bandar udara dengan panjang landas pacu 2.470 m x 150 m dengan permukaan aspal merupakan bandar udara kelas I yang dikelola oleh UPT Ditjen Hubud.[1] Jenis pesawat terbesar yang bisa beroperasi di badar udara ini adalah Boeing-737. Jarak dari kota terdekat ke bandar udara ini adalah 14 KM.

Maskapai

  • Lion Air (Jakarta)
  • Sriwijaya (Jakarta)
  • Batavia Air (Jakarta)
  • Merpati Nusantara Airlines (Jakarta & Semarang)
  • Susi Air (Muko Muko & Padang)

Sumber: Wikipedia Indonesia

Darat

Provinsi Bengkulu mudah diakses melalui transportasi darat, udara dan laut. Anda dapat menaiki bus langsung dari Medan, Padang, Lampung, atau Jakarta.

Laut

Pelabuhan Baai, Bengkulu, Indonesia

Pelabuhan Baai, Bengkulu, Indonesia

Jika Anda ingin menggunakan transportasi laut maka ada kapal laut domestik dari Jakarta, Padang dan Medan yang berhenti di Pelabuhan Baai, Bengkulu.

Batik Besurek, Bengkulu, Indonesia

Batik Besurek, Bengkulu, Indonesia

Kebanyakan penduduk Bengkulu adalah  berbudaya Melayu dan kebiasaannya mirip dengan provinsi-provinsi di Sumatra. Masyarakat Bengkulu mengembangkan tulisan sendiri yang disebut dengan ka-ga-nga.

Bengkulu memiliki kerajinan tradisional batik besurek, yakni kain batik yang dihiasi huruf-huruf Arab gundul dan diakui oleh pemerintah Republik Indonesia sebagi salah satu bagian warisan budaya Republik Indonesia serta turut memperkaya khazanah budaya di Indonesia. Kebudayaan Bengkulu memiliki beberapa ciri berbeda karena dipengaruhi oleh suku-suku berbeda yakni kebudayaan Bengkulu Selatan/suku Serawai,kebudayaan Rejang dan kebudayaan pesisir.

Tari Bidadari Teminang Anak, Bengkulu, Indonesia

Tari Bidadari Teminang Anak, Bengkulu, Indonesia

Tari-tarian tradisional dari Bengkulu antara lain:

  • Tari Tombak Kerbau
  • Tari Putri Gading Cempaka
  • Tari Pukek
  • Tari Andun
  • Tari Kejei
  • Tari Penyambutan
  • Tari Bidadari Teminang Anak
  • Tari Topeng

Seni musiknya adalah:

  • Geritan, yaitu cerita sambil berlagu.
  • Serambeak, yang berupa patatah-petitih.
  • Andi-andi, yaitu seni sastra yang berupa nasihat.
  • Sambei, yaitu seni vokal khas suku Rejang,biasanya untuk pesta perkawinan

Sumber: Wikipedia Indonesia

Bagar Ikan Hiu, Bengkulu, Indonesia

Bagar Ikan Hiu, Bengkulu, Indonesia

Beberapa makanan khas di Provinsi Bengkulu diantaranya adalah:
  1. Tempoyak, yaitu Jenis makanan yang berbahan baku dari buah durian yang diasamkan. Biasa dicampur dengan ikan kecil dan udang.
  2. Pendap ~ Ikan Pais, yaitu makan seperti pepes yang juga terbuat dari bahan baku ikan.
  3. Bagar hiu, yaitu makanan yang boleh dibilang hampir mirip rendang.
  4. Lemah, yaitu makanan yang terbuat dari bambu muda, didaerah lain mungkin biasa disebut rebung. Terasa asam dan pedas.
  5. Asinan Gurita Kaur, yaitu makanan yang berbahan baku dari gurita yang diasinkan.
  6. Juada Tat, yaitu sejenis kue yang mirip dengan kue tart.
  7. Perut Punai, yaitu sejenis kue kering yang sangat lezat.
  8. Lepek binti, yaitu kue yang dibungkus daun pisang mirip lemper namaun berbahan baku Tepung.
  9. Ketupat Bengkulu ~ Ketupek Bengkulu, yaitu sejenis ketupat namun lebih khas.
  10. Emping Melinjo Enggano, yaitu sejnis kerupuk emping melinjo biasa namun memiliki rasa yang lebih renyah dan gurih karena terbuat dari bahan melinjo pilihan Pulau Enggano.
Tahu Ikan, Bengkulu, Indonesia

Tahu Ikan, Bengkulu, Indonesia

Sumber: PelangiBiru.net

Peta Wisata Provinsi Bengkulu

Peta Wisata Provinsi Bengkulu

Pemerintahan di Provinsi Bengkulu dibagi menjadi 10 kabupaten/kota, yaitu:

  1. Kabupaten Bengkulu Selatan
  2. Kabupaten Bengkulu Tengah
  3. Kabupaten Bengkulu Utara
  4. Kabupaten Kaur
  5. Kabupaten Kepahiang
  6. Kabupaten Lebong
  7. Kabupaten Mukomuko
  8. Kabupaten Rejang Lebong
  9. Kabupaten Seluma
  10. Kota Bengkulu

Kantor Pariwisata

Jl. P. Tendean 17 Bengkulu
Tlp. (62-736) 21272
Fax. (62-736) 342200, 342100

Website : www.bengkuluprov.go.id