Maluku

TravellersID - Visit Maluku

Maluku atau yang dikenal secara internasional sebagai Moluccas adalah salah satu provinsi tertua di Indonesia. Ibukotanya adalah Ambon. Pada tahun 1999, sebagian wilayah Provinsi Maluku dimekarkan menjadi Provinsi Maluku Utara, dengan ibukota di Sofifi. Provinsi Maluku terdiri atas gugusan kepulauan yang dikenal dengan Kepulauan Maluku.

Maluku memiliki taman bawah laut yang sangat indah, pantai tropis menawan, dan pegunungan vulkanik yang dikelilingi hutan. Pulau ini merupakan pulau rempah-rempah yang terkenal dan telah menarik banyak pedagang dari India, Cina, Arab, dan Eropa untuk mencari cengkeh dan pala. Saat ini ikan dan produk laut lainnya merupakan sumber utama pendapatan masyarakat Maluku. Ada juga nikel, minyak, mangan, dan berbagai jenis kayu sebagai komoditas daerah.

Peta Lokasi Provinsi Maluku, Indonesia

Peta Lokasi Provinsi Maluku, Indonesia

Sumber: Indonesia.Travel dan Wikipedia Indonesia

Benteng Duurstede, Maluku Tengah, Maluku, Indonesia

Benteng Duurstede, Maluku Tengah, Maluku, Indonesia

Nama Maluku diperkirakan berasal dari Arab yaitu ‘Jazirat al-Muluk’, yang berarti tanah banyak raja. Hal ini dimungkinkan karena Maluku memiliki kerajaan-kerajaan seperti Ternate, Tidore, Bacan, dan lain-lain. Kora-kora, merupakan armada laut mereka yang terkenal kuat, dilengkapi dengan kano perang yang mampu menjelajahi Laut Sulawesi dan Papua saat masa keemasan mereka. Para Raja mendapatkan kekayaan mereka dari rempah-rempah, terutama cengkeh. Saat itu harga Cengkeh dan rempah-rempah sangat mahal karena kemampuannya mengawetkan makanan tidak seperti sekarang dengan adanya lemari es.

Saat itu Rempah-rempah juga digunakan sebagai obat dan Eropa tanaman ini tidak bisa tumbuh. Pengiriman rempah-rempah ke Eropa harus melewati rute yang rumit, inilah yang menyebabkan harganya menjadi sangat mahal. Kemudian bangsa-bangsa Eropa berpikir harga rempah-rempah akan lebih murah jika mereka datang langsung ketempat asalnya. Dari sinilah sebuah era kolonialismepun dimulai.

Portugis datang pertama kali tahun 1510 danmereka berusaha untuk  memonopoli perdagangan di Maluku. Berikutnya Spanyol pun datang dan keduanya harus berjuang menghadapi perlawanan kerajaan Ternate dan Tidore hingga tidak lama kemudian mereka pun menyerah.

Belanda kemudian datang  dengan bekal keuangan dan persenjatan yang lebih baik.Mereka juga berpengalaman dalam administrasi perdagangan dan lebih keras terhadap masyarakat Maluku. Penduduk yang menolak untuk bekerja sama di pulau Banda  dibantai dengan kejam, dan sebagian dipekerjakan sebagai budak.

Selama kejatuhan VOC, Inggris kemudian memerintah di sini selama setahun tetapi hal ini menimbulkan masalah  karena Inggris menyelundupkan benih dari Maluku untuk ditanam di Malaysia dan Ceylon (Sri Lanka). Akibatnya Maluku tidak lagi menjadi pusat rempah-rempah karena pencari rempah-rempah dapat menemukannya di tempat lain yang lebih dekat.

Sumber: Indonesia.Travel

Bandar Udara Pattimura, Ambon, Maluku, Indonesia

Bandar Udara Pattimura, Ambon, Maluku, Indonesia

Bandar Udara Pattimura (IATA: AMQ – ICAO: WAPP) adalah bandara yang terletak di Ambon, Maluku Selatan. Bandara ini juga melayani kedatangan dalam negeri dengan luas landasan 2.500 m² dan luar negeri dengan luas landasan 400 m2. Bandara ini berjarak 38 kilometer dari kota Ambon.

Maskapai Penerbangan

  • Batavia Air (Jakarta, Surabaya, Makassar)
  • Garuda Indonesia (Jakarta, Makassar)
  • Lion Air (Fak Fak, Jakarta, Kaimana, Langgur, Sorong, Surabaya, Makassar)
  • Wings Air (Makassar, Surabaya, Langgur, Nabire, Manokwari)
  • Merpati Nusantara Airlines (Ternate, Neira, Wahai, Dobo, Langgur)
  • Sriwijaya Air (Jakarta, Makassar, Kendari, Surabaya)
  • Trigana Air Service (Langgur, Sanana, Saumlaki, Ternate, Dobo)
  • Xpressair (Kolaka, Langgur, Saumlaki, Sanana, Dobo, Ternate, Sorong, Wakatobi)

Sumber: Wikipedia Indonesia

Baileo, Rumah Adat Maluku, Indonesia

Baileo, Rumah Adat Maluku, Indonesia

Suku bangsa Maluku didominasi oleh ras suku bangsa Melanesia Pasifik yang masih berkerabat dengan Fiji, Tonga dan beberapa bangsa kepulauan yang tersebar di kepulauan Samudra Pasifik.

Banyak bukti kuat yang merujuk bahwa Maluku memiliki ikatan tradisi dengan bangsa bangsa kepulauan pasifik, seperti bahasa, lagu-lagu daerah, makanan, serta perangkat peralatan rumah tangga dan alat musik khas, contoh: Ukulele (yang terdapat pula dalam tradisi budaya Hawaii).

Mereka umumnya memiliki kulit gelaprambut ikalkerangka tulang besar dan kuat serta profil tubuh yang lebih atletis dibanding dengan suku-suku lain di Indonesia, dikarenakan mereka adalah suku kepulauan yang mana aktivitas laut seperti berlayar dan berenang merupakan kegiatan utama bagi kaum pria.

Sejak zaman dahulu, banyak di antara mereka yang sudah memiliki darah campuran dengan suku lain, perkawinan dengan suku Minahasa, Sumatra, Jawa, Madura, bahkan kebanyakan dengan bangsa Eropa (umumnya Belanda dan Portugal) kemudian bangsa Arab, India sudah sangat lazim mengingat daerah ini telah dikuasai bangsa asing selama 2300 tahun dan melahirkan keturunan keturunan baru, yang mana sudah bukan ras Melanesia murni lagi. Karena adanya percampuran kebudayaan dan ras dengan orang Eropa inilah maka Maluku merupakan satu-satunya wilayah Indonesia yang digolongkan sebagai daerah Mestizo. Bahkan hingga sekarang banyak marga di Maluku yang berasal bangsa asing seperti Belanda (Van Afflen, Van Room, De Wanna, De Kock, Kniesmeijer, Gaspersz, Ramschie, Payer, Ziljstra, Van der Weden dan lain-lain) serta Portugal (Da Costa, De Fretes, Que, Carliano, De Souza, De Carvalho, Pareira, Courbois, Frandescolli dan lain-lain). Ditemukan pula marga bangsa Spanyol (Oliviera, Diaz, De Jesus, Silvera, Rodriguez, Montefalcon, Mendoza, De Lopez dan lain-lain) serta Arab (Al-Kaff, Al Chatib, Bachmid, Bakhwereez, Bahasoan, Al-Qadri, Alaydrus, Assegaff dan lain-lain). Cara penulisan marga asli Maluku pun masih mengikuti ejaan asing seperti Rieuwpassa (baca: Riupasa), Nikijuluw (baca: Nikiyulu), Louhenapessy (baca: Louhenapesi), Kallaij (baca: Kalai) dan Akyuwen (baca: Akiwen).

Tari Bambu Gila, Maluku, Indonesia

Tari Bambu Gila, Maluku, Indonesia

Sumber: Wikipedia Indonesia

Pindang Ikan Kenari, Maluku, Indonesia

Pindang Ikan Kenari, Maluku, Indonesia

Banyak makanan laut dapat Anda ditemukan di sini. Cobalah ikan bakar atau yang dipanggang sambil Anda nikmati pemandangan indah Maluku.

Nasi ikan (beras dan tepung ikan) juga patut Anda coba. Apabila Anda tertarik mencoba meramu makanan sendiri maka dapat membeli bahan-bahan segar di supermarket terdekat dan  toko kecil.

Ikan Asap Khas Ambon, Maluku, Indonesia

Ikan Asap Khas Ambon, Maluku, Indonesia

Sumber: Indonesia.Travel

Peta Wisata Provinsi Maluku, Indonesia

Peta Wisata Provinsi Maluku, Indonesia

Pemerintahan di Provinsi Maluku dibagi menjadi 11 kabupaten/kota, yaitu:

  1. Kabupaten Buru
  2. Kabupaten Buru Selatan
  3. Kabupaten Kepulauan Aru
  4. Kabupaten Maluku Barat Daya
  5. Kabupaten Maluku Tengah
  6. Kabupaten Maluku Tenggara
  7. Kabupaten Maluku Tenggara Barat
  8. Kabupaten Seram Bagian Barat
  9. Kabupaten Seram Bagian Timur
  10. Kota Ambon
  11. Kota Tual

Kantor Pariwisata

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Prov. Maluku

Jl. Jend. Sudirman, Batu Merah, Kota Ambon
Telp. (62-911) 312300
Fax. (62-911) 352471

Website : http://www.malukuprov.go.id/