Daerah Khusus Ibukota Jakarta

TravellersID - Visit DKI Jakarta

Jakarta adalah Ibu kota Republik Indonesia. Kota metropolitan yang luas dan besar dengan populasi lebih dari 9 juta jiwa. Jakarta merupakan pusat pemerintahan nasional sekaligus pemerintahan provinsi DKI Jakarta. Jakarta menjadi pusat pemerintahan yang mengatur keuangan dan bisnis. Menjadi pusat politik dan ekonomi karena di Jakarta tempat bertemunya orang dari seluruh Indonesia. Jakarta telah memikat orang dari segala aspek kehidupan. Jakarta juga pusat musik modern Indonesia dan pusat industri kreatif. Oleh karenanya, tidak heran jika apapun yang terjadi di Jakarta menjadi perhatian nasional dan merupakan pusat roda sejarah dan kehidupan modern Indonesia.

Terletak di pantai utara bagian barat pulau Jawa, DKI Jakarta saat ini terdiri dari 6 kota yaitu Jakarta Pusat meliputi Merdeka Square dan wilayah elit Menteng; Jakarta Selatan meliputi Kebayoran dan Bintaro; Jakarta Barat, saat ini dikembangkan menjadi kota utama dimana akan dibangun gedung-gedung dan hotel; Jakarta Utara yang merupakan tempat perdagangan dan rekreasi pantai yaitu Taman Impian Jaya Ancol, Kepulauan Seribu, dan beberapa pulau indah yang terdapat di teluk Jakarta.

Pulau Harapan, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, Indonesia

Pulau Harapan, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, Indonesia

Saat ini pembangunan kota Jakarta melonjak cepat. Hotel-hotel super mewah tersebar di sekitar mall yang menjual barang-barang bermerek. Apartemen-apartemen mewah yang dilengkapi dengan kolam renang besar, pusat perbelanjaan, dan tempat rekreasi untuk memanjakan penghuni apartemen. Untuk memasuki salah satu ujung kota yang luas ini, pemerintah telah membangun jalan tol di sekitarnya, melewati pusat-pusat kegiatan tersibuk Jakarta. Dapat dipastikan saat jam-jam sibuk maka Jakarta akan menjadi sangat macet.

Bahkan, ada banyak hal yang bisa Anda dilakukan dan lihat di Jakarta. Sulit untuk berjalan-jalan di jalanan Jakarta karena padat dengan mobil dan sepeda motor. Hal terbaik yang dapat Anda lakukan adalah tinggal di hotel di mana Anda akan menghabiskan sebagian besar waktu di sekitarnya misalnya untuk konferensi, pertemuan bisnis, berbelanja, mengunjungi pameran, atau untuk menjelajahi kota dan bertamasya pada hari tertentu saat Anda memiliki lebih banyak waktu luang.

Karena populasi yang banyak, Jakarta menjadi kota yang sangat padat. Oleh karena itu, Anda akan menemukan rumah mewah yang berdampingan dengan gubuk di sisi jalan atau mobil mewah yang berebut tempat parkir dengan bus tua. Hal-hal tersebut menunjukan betapa kota ini sangat dinamis dan sangat hidup dari siang hari hingga larut malam.

Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Indonesia

Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Indonesia

Di Jakarta Anda juga dapat menemukan restoran yang menyajikan hidangan internasional atau makanan dari berbagai daerah di Nusantara. Mulai dari restoran eksklusif sampai warung pinggr jalan yang mampu memuaskan selera semua orang. Ada juga beberapa lapangan golf yang indah di sekitar kota, dimana para pengusaha Indonesia dan asing menghabiskan akhir pekannya di sini.

Kehidupan malam Jakarta sangat atraktif. Diskotik, klub malam, dan karaoke menawarkan berbagai jenis musik dan tari. Java Jazz Festival tahunan adalah event internasional untuk penggemar musik jazz. Band-band dan penyanyi terbaik Indonesia ikut memeriahkan acara ini.

Selain itu, Jakarta adalah tempat yang tepat untuk berbelanja dengan harga bersaing dengan banyak kota-kota belanja favorit di seluruh dunia seperti Singapura dan Hong Kong. Plaza Indonesia, Plaza Senayan, Pondok Indah Mall, Pacific Place, hanyalah beberapa dari begitu banyak pusat perbelanjaan kelas atas yang dapat Anda ditemukan di kota besar ini. Sedangkan untuk mendapatkan barang yang lebih murah, Pusat Grosir Tanah Abang dan Mangga Dua adalah tempat berbelanja favorit bagi penggila belanja. Setiap tahun Jakarta Great Sale memberikan diskon besar-besaran yang telah menarik ribuan pengunjung dari berbagai kota di Indonesia dan Asia Tenggara.

Peta Lokasi Provinsi DKI Jakarta

Peta Lokasi Provinsi DKI Jakarta

Jakarta berlokasi di sebelah utara Pulau Jawa, di muara Ciliwung, Teluk Jakarta. Jakarta terletak di dataran rendah pada ketinggian rata-rata 8 meter dpl. Hal ini mengakibatkan Jakarta sering dilanda banjir. Sebelah selatan Jakarta merupakan daerah pegunungan dengan curah hujan tinggi. Jakarta dilewati oleh 13 sungai yang semuanya bermuara ke Teluk Jakarta. Sungai yang terpenting ialah Ciliwung, yang membelah kota menjadi dua. Sebelah timur dan selatan Jakarta berbatasan dengan provinsi Jawa Barat dan di sebelah barat berbatasan dengan provinsi Banten.

Kepulauan Seribu merupakan kabupaten administratif yang terletak di Teluk Jakarta. Sekitar 105 pulau terletak sejauh 45 km (28 mil) sebelah utara kota.

Jakarta memiliki suhu udara yang panas dan kering atau beriklim tropis. Terletak di bagian barat Indonesia, Jakarta mengalami puncak musim penghujan pada bulan Januari dan Februari dengan rata-rata curah hujan 350 milimeter dengan suhu rata-rata 27 °C. Curah hujan antara bulan Januari dan awal Februari sangat tinggi, pada saat itulah Jakarta dilanda banjir setiap tahunnya, dan puncak musim kemarau pada bulan Agustus dengan rata-rata curah hujan 60 milimeter . Bulan September dan awal oktober adalah hari-hari yang sangat panas di Jakata, suhu udara dapat mencapai 40 °C . Suhu rata-rata tahunan berkisar antara 25°-38 °C (77°-100 °F).

Sumber: Indonesia.Travel dan Wikipedia Indonesia

Museum Fatahilah, Jakarta Barat, DKI Jakarta, Indonesia

Museum Fatahilah, Jakarta Barat, DKI Jakarta, Indonesia

Jakarta sebagai ibukota memiliki sejarah yang menarik. Banyak aspek yang berbeda telah mewarnai sejarah kota dan kehidupan masyarakatnya. Sejak abad ke-5, kapal dari Cina dan Champa (Vietnam), serta dari kepulauan Nusantara merapat di muara Sungai Ciliwung. Pedagang India dan Portugis juga mendatangi kota kecil ini. Pelaut dari Jawa, membawa rempah-rempah dari Maluku, juga berlabuh di sini. Hampir semua orang dari Timur dan Barat meninggalkan jejak mereka untuk berbaur di Jakarta. Berabad-abad kemudian, pelabuhan Jakarta tumbuh menjadi pusat perdagangan internasional yang ramai. Antara abad 17 dan awal abad 18, kapal bisa berlayar lebih jauh sampai ke sungai Ciliwung.

Sunda Kalapa merupakan pelabuhan utama Kerajaan Hindu Sunda. Ibukota kerajaan Pakuan Pajajaran terletak dua hari perjalanan ke hulu, sekarang dikenal sebagai Bogor. Kapal yang sering datang ke pelabuhan ini dari Palembang, Tanjungpura, Malaka, Makasar dan Madura, dan bahkan pedagang dari India dan Cina Selatan. Sunda Kelapa mengekspor barang-barang diantaranya seperti lada, beras dan emas.

Pelabuhan Sunda Kelapa Tempo Dulu, DKI Jakarta, Indonesia

Pelabuhan Sunda Kelapa Tempo Dulu, DKI Jakarta, Indonesia

Tahun 1513 armada Eropa pertama, yaitu empat kapal Portugis di bawah pimpinan Alvin, tiba di Sunda Kelapa dari Malaka. Malaka telah ditaklukkan dua tahun sebelumnya oleh Alfonso d ‘Albuquerque. Mereka mencari rempah-rempah, terutama lada, di pelabuhan tersibuk dan terorganisir dengan baik ini. Beberapa tahun kemudian, orang Portugis Enrique Leme mengunjungi Kalapa dengan membawa hadiah bagi Raja Sunda. Dia diterima dengan baik dan pada 21 Agustus 1522 Portugis menandatangani perjanjian persahabatan antara Kerajaan Sunda. Portugis menerima hak untuk membangun gudang dan mendirikan benteng di Kalapa. Hal ini dianggap oleh orang Sunda sebagai konsolidasi posisi mereka dalam melawan pasukan Islam dan meningkatnya kekuasaan Kesultanan Demak di Jawa Tengah.

Untuk memperingati perjanjian ini, mereka meletakkan batu besar yang disebut Padrao. Batu ini sempat menghilang selama bertahun-tahun, baru ditemukan kemudian tahun 1918 saat penggalian rumah baru di daerah kota di sudut Jalan Cengkeh dan Jalan Nelayan Timur. Saat ini padrao dapat dilihat di Museum Nasional di Jalan Medan Merdeka Barat. Lokasi asli batu menunjukkan bahwa garis pantai pada awal abad ke-16 membentuk garis hampir lurus, yang ditandai saat ini dengan Jalan Nelayan, sekitar 400 meter selatan ke Menara Penjaga. Raja Sunda memiliki alasan sendiri untuk bersekutu dengan Portugis karena adanya ancaman dari perluasan Kerajaan Islam Demak serta pasukannya mengancam kota pelabuhan kedua yaitu Banten. Sunda merasa terhimpit dan membutuhkan sekutu yang kuat. Dengan demikian, raja berharap Portugal akan kembali cepat dan membantu melindungi pelabuhan pentingnya. Tapi mereka terlambat, tahun 1527 Fatahillah muncul sebelum Kalapa dengan membawa 1.452 prajurit dari Cirebon dan Demak.

Sejarah Jakarta bermula dari sebuah bandar kecil di muara Sungai Ciliwung sekitar 500 tahun silam. Selama berabad-abad kemudian kota bandar ini berkembang menjadi pusat perdagangan internasional yang ramai.

Laporan para penulis Eropa abad ke-16 menyebutkan sebuah kota bernama Kalapa, yang tampaknya menjadi bandar utama bagi sebuah kerajaan Hindu bernama Sunda, beribu kota di Pajajaran, terletak sekitar 40 kilometer di pedalaman, dekat dengan kota Bogor sekarang. Bangsa Portugis merupakan rombongan besar orang-orang Eropa pertama yang datang ke bandar Kalapa. Kota ini kemudian diserang oleh seorang muda usia, bernama Fatahillah. Fatahillah mengubah nama Sunda Kalapa menjadi Jayakarta tanggal 22 Juni 1527Menurut sejarawan, kemenangan mengalahkan Sunda Hindu dan Portugis tanggal 22 Juni 1527 menjadi alasan bagi Fatahillah mengubah nama Sunda Kelapa menjadi Jayakarta yang berarti “Kemenangan Berjaya”.  Tanggal inilah yang kini diperingati sebagai hari lahir kota Jakarta.

Pasukan Pangeran Jayakarta enyerahkan tawanan Belanda kepada Pangeran Jayakarta

Pasukan Pangeran Jayakarta enyerahkan tawanan Belanda kepada Pangeran Jayakarta

Orang-orang Belanda datang pada akhir abad ke-16 dan kemudian menguasai Jayakarta. Nama Jayakarta diganti menjadi Batavia. Keadaan alam Batavia yang berawa-rawa mirip dengan negeri Belanda, tanah air mereka. Mereka pun membangun kanal-kanal untuk melindungi Batavia dari ancaman banjir. Kegiatan pemerintahan kota dipusatkan di sekitar lapangan yang terletak sekitar 500 meter dari bandar. Mereka membangun balai kota yang anggun, yang merupakan kedudukan pusat pemerintahan kota Batavia. Lama-kelamaan kota Batavia berkembang ke arah selatan. Pertumbuhan yang pesat mengakibatkan keadaan lilngkungan cepat rusak, sehingga memaksa penguasa Belanda memindahkan pusat kegiatan pemerintahan ke kawasan yang lebih tinggi letaknya. Wilayah ini dinamakanWeltevreden.

Daerah sekitar Menara Syahbandar pernah menjadi pusat Kota Batavia. Pusat jaringan perdagangan dengan agen-agen dagang yang tersebar hingga mencapai Deshima (Nagasaki) di Jepang, Surate di Persia, dan Cape Town di Afrika Selatan. Di sekitar wilayah inilah tempat Jakarta berasal.

Sumber: Indonesia.Travel

Dalam Kota

Untuk melayani mobilitas penduduk Jakarta, pemerintah menyediakan sarana bus PPD. Selain itu terdapat pula bus kota yang dikelola oleh pihak swasta, seperti Mayasari Bhakti, Metro Mini, Kopaja, dan Bianglala. Bus-bus ini melayani rute yang menghubungkan terminal-terminal dalam kota, antara lain Pulogadung, Kampung Rambutan, Blok M, Kalideres, Grogol, Tanjung Priok, Lebak Bulus, Rawamangun, dan Kampung Melayu.

Untuk angkutan lingkungan, terdapat angkutan kota seperti Mikrolet dan KWK, dengan rute dari terminal ke lingkungan sekitar terminal. Selain itu ada pula ojek, bajaj, dan bemo untuk angkutan jarak pendek. Tidak seperti wilayah lainnya di Jakarta yang menggunakan sepeda motor, di kawasan Tanjung Priok dan Jakarta Kota, pengendara ojek menggunakan sepeda ontel. Angkutan becak masih banyak dijumpai di wilayah pinggiran Jakarta seperti di Bekasi, Tangerang, dan Depok.

Bus Transjakarta

Bus Transjakarta, DKI Jakarta, Indonesia

Bus Transjakarta, DKI Jakarta, Indonesia

Sejak tahun 2004, Pemerintah Daerah DKI Jakarta telah menghadirkan layanan transportasi umum yang dikenal dengan TransJakarta. Layanan ini menggunakan bus AC dan halte yang berada di jalur khusus. Saat ini ada sebelas koridor Transjakarta yang telah beroperasi, yaitu :

  • Koridor 1 Blok M – Stasiun Kota
  • Koridor 2 Pulogadung – Harmoni
  • Koridor 3 Kalideres – Harmoni
  • Koridor 4 Pulogadung – Dukuh Atas
  • Koridor 5 Kampung Melayu – Ancol
  • Koridor 6 Ragunan – Latuharhary – Dukuh Atas
  • Koridor 7 Kampung Rambutan – Kampung Melayu
  • Koridor 8 Lebak Bulus – Harmoni
  • Koridor 9 Pinang Ranti – Pluit
  • Koridor 10 Cililitan – Tanjung Priok
  • Koridor 11 Kampung Melayu – Pulo Gebang

Kereta Rel Listrik

KRL Jabotabek, DKI Jakarta, Indonesia

KRL Jabotabek, DKI Jakarta, Indonesia

Selain bus kota, angkutan kota, dan bus Transjakarta, sarana transportasi andalan masyarakat Jakarta adalah kereta rel listrik atau yang biasa dikenal dengan KRL Jabotabek. Kereta listrik ini beroperasi dari pagi hari hingga malam hari, melayani masyrakat penglaju yang bertempat tinggal di seputaran Jabodetabek. Ada beberapa jalur kereta rel listrik, yakni

  • Jalur Merah Jakarta Kota – Bogor, lewat Gambir, Manggarai, Pasar Minggu, dan Depok.
  • Jalur Jingga Bogor – Jatinegara, lewat Gambir, Jakarta Kota, dan Pasar Senen.
  • Jalur Biru Jakarta Kota – Bekasi, lewat Gambir, Manggarai, dan Jatinegara.
  • Jalur Hijau Tanah Abang – Maja, lewat Kebayoran Lama dan Serpong.
  • Jalur Coklat Duri – Tangerang, lewat Rawa Buaya.
  • Jalur Ungu Jakarta Kota – Pelabuhan Tanjung Priok.
  • Jalur Pengumpan.

Luar Kota

Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Indonesia

Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Banten, Indonesia

Untuk ke kota-kota di Pulau Jawa, bisa dicapai dari Jakarta dengan jaringan jalan dan beberapa ruas jalan tol. Jalan tol terbaru adalah Jalan Tol Cipularang yang mempersingkat waktu tempuh Jakarta-Bandung menjadi sekitar 2 – 3 jam. Selain itu juga tersedia layanan kereta api yang berangkat dari enam stasiun pemberangkatan di Jakarta. Untuk ke Pulau Sumatera, tersedia ruas jalan tol Jakarta-Merak yang kemudian dilanjutkan dengan layanan penyeberangan dari Pelabuhan Merak ke Bakauheni. Untuk ke luar pulau dan luar negeri, Jakarta memiliki satu pelabuhan laut di Tanjung Priok dan dua bandar udara yaitu:

  • Bandara Internasional Soekarno Hatta, Cengkareng Banten yang berfungsi sebagai pintu masuk utama ke Indonesia. Dari dan ke Bandara Soekarno Hatta, tersedia bus Damri yang mengantarkan penumpang dari dan ke Gambir, Rawamangun, Blok M, Pasar Minggu, Kampung Rambutan, Bogor, dan Bekasi, dll
  • Bandara Halim Perdanakusuma yang banyak berfungsi untuk melayani penerbangan kenegaraan serta penerbangan jarak pendek.
Tol Dalam Kota, DKI Jakarta, Indonesia

Tol Dalam Kota, DKI Jakarta, Indonesia

Untuk mendukung laju mobilitas penduduk, Jakarta membangun sejumlah jalan tol yaitu Tol Dalam Kota, Tol Lingkar Luar, Tol Bandara, serta ruas tol Jakarta-Cikampek, Jakarta-Bogor-Ciawi, dan Jakarta-Merak, yang menghubungkan Jakarta dengan kota-kota di sekitarnya. Selain itu, juga sedang dibangun ruas tol dalam kota yang menghubungkan Bekasi Utara-Cawang-Kampung Melayu. Pemerintah juga berencana membangun Tol Lingkar Luar tahap kedua yang melingkar dari Bandara Soekarno Hatta-Tangerang-Serpong-Cinere-Cimanggis-Cibitung-Tanjung Priok.

Pemerintah Daerah DKI Jakarta tengah mempersiapkan pembangunan kereta bawah tanah (subway) yang dananya diperoleh dari pinjaman lunak negara Jepang. Untuk lintasan kereta api, pemerintah sedang menyiapkan double-double track pada jalur lintasan kereta api Manggarai-Cikarang. Selain itu juga, saat ini sedang direncanakan untuk membangun jalur kereta api dari Manggarai menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Cengkareng.

Sumber: Wikipedia Indonesia

Sejak abad ke-5 daerah sekitar Jakarta kini telah menjadi pelabuhan perdagangan penting. Orang-orang dari seluruh Jawa dan dari Sumatra, Sulawesi, Kalimantan, dan pedagang dari Cina, India, dan Timur Tengah datang untuk menetap di sini, beberapa di antaranya tetap berada di antara komunitas mereka. Ada juga yang membaur ke dalam komunitas baru yang sekarang dikenal sebagai Betawi, penduduk asli Jakarta.

Suku Betawi memiliki kebudayanya sendiri yang unik, berwarna-warni dan majemuk sebagai hasil percampuran elemen Cina, Arab, Portugis, dan Belanda. Kata “Betawi” itu sendiri berasal dari kata “Batavia” nama yang diberikan oleh pemerintah Belanda.

Ondel-Ondel, ikon suku Betawi dan Jakarta

Ondel-Ondel, ikon suku Betawi dan Jakarta

Dengan banyaknya orang dari seluruh Indonesia yang datang ke Jakarta membuat orang Betawi telah ada meski kini hanya terdapat sejumlah daerah di kota metropolis ini. Kebanyakan orang Betawi adalah pemilik tanah atau hidup dari memiliki tanah. Dengan sungai Pasanggerahan, warga Betawi kukuh melindungi sungai dan lingkungan mereka dari polusi kota dan perambahan industrialisasi. Ikon Betawi adalah “Ondel-ondel” boneka besar yang biasa ada dalam arak-arakan di pesta pernikahan atau khitanan.

Yang menarik adalah perayaan pernikahan mereka dapat berlangsung selama berhari-hari. Semua orang diundang dimana para tamu akan dihibur dengan musik dan tari Betawi serta layar tancap sampai malam, sambil menikmati pisang, kacang, dan teh panas.

Kostum merah mempelai wanita jelas terinspirasi dari gaun pengantin Cina lengkap dengan jumbaian yang menutupi wajahnya. Sebaliknya kostum mempelai pria terinspirasi oleh pengaruh Arab dan India.

Orang Betawi terkenal dengan karakter berterus terang saat berbicara. Mereka terbuka dan humoris secara alamiah, tetapi mereka dapat keras ketika dikonfrontasi. Karena itu, dialek dan ekspresi Betawi menjadi sangat populer terutama dikalangan anak muda saat ini, sering pula digunakan dalam acara televise. Dalam kehidupan sehari-hari dialek Betawi sering juga dituturkan di seluruh Indonesia.

Kampung Budaya Betawi, Setu Babakan, DKI Jakarta, Indonesia

Kampung Budaya Betawi, Setu Babakan, DKI Jakarta, Indonesia

Kehidupan tradisional asli Betawi bisa Anda rasakan di Setu Babakan di Srengseng Sawah, Jakarta Selatan. Di sini sering diadakan pertunjukan lenong Betawi dan tari topeng. Sebuah rumah tradisional yang dibangun tahun 1920-an dan sering digunakan sebagai lokasi syuting film. Waktu terbaik untuk mengunjungi Setu Babakan adalah bulan Juni dan Juli saat festival tahunan diadakan.

Sebagai tempat percampuran dari semua kelompok etnis di Indonesia, Jakarta juga merupakan tempat dimana dapat menemukan ekspresi seni modern Indonesia terbaik. Di sini terdapat galeri lukisan dan seni hasil karya maestro Indonesia, konser musik klasik dari Jakarta Symphonic Orchestra, pertunjukan musik populer dan fashion show, sedangkan mall dan pameran menawarkan produk artistik yang beragam dari seluruh negeri.

Di Jakarta juga banyak kedutaan asing seperti Belanda, Jepang, dan Perancis memiliki pusat budaya mereka sendiri dan sering mengadakan konser, drama, pidato, dan film dari negara mereka.

Sumber: Indonesia.Travel

Soto Betawi, DKI Jakarta, Indonesia

Soto Betawi, DKI Jakarta, Indonesia

Sebagai tempat percampuran berbagai bangsa dan budaya, Jakarta adalah tempat yang tepat untuk memuaskan lidah Anda. Cicipilah soto betawi yang dijual hampir di seluruh warung, banyak terdapat kafe dan restoran mewah. Jika Anda merasa cuaca di Jakarta terlalu panas, cobalah es campur yang terbuat dari es yang dicampur buah-buahan tertentu, sirup, dan susu, rasanya sangat menyegarkan. Selain itu, Anda juga bisa mencoba Es Krim Ragusa yang terletak di daerah Gambir, Jakarta Pusat.

Es Krim Ragusa, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Indonesia

Es Krim Ragusa, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Indonesia

Makanan khas lain dapat ditemukan hampir di seluruh tempat begitu juga makanan internasional. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Panduan Kuliner Jakarta.

Pusat Kuliner Malam di Jalan Sabang, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Indonesia

Pusat Kuliner Malam di Jalan Sabang, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Indonesia

Sumber: Indonesia.Travel

Peta Provinsi DKI Jakarta (Daratan)

Peta Provinsi DKI Jakarta (Daratan)

Pemerintahan di Provinsi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta dibagi menjadi 6 kabupaten/kota, yaitu:

  1. Kota Administrasi Jakarta Barat
  2. Kota Administrasi Jakarta Pusat
  3. Kota Administrasi Jakarta Selatan
  4. Kota Administrasi Jakarta Timur
  5. Kota Administrasi Jakarta Utara
  6. Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu
Peta Provinsi DKI Jakarta (Kepulauan Seribu)

Peta Provinsi DKI Jakarta (Kepulauan Seribu)

 

Kantor Pariwisata

Jl K. H. Abdul Raham No. 2 Kuningan Barat, Jakarta
Tlp. (62-21) 5209689, 5209571, 52052155, 5209677
Fax. (61-21) 5229136, 5263923

Website Enjoy Jakarta: jakarta-tourism.go.id atau www.jakarta.go.id