Jawa Tengah

TravellersID - Visit Jawa Tengah

Sejarah telah meninggalkan jejaknya di Jawa Tengah, sebuah wilayah yang kaya akan kebudayaan dan tradisi yang merupakan warisan agama Hindu dan Budha yang berkuasa pada masa lalu serta pengaruh Islam yang terakhir. Dengan sejarah yang penuh warna, Jawa Tengah kini telah menjadi kota indah yang nyaman dan modern, namun masih mempertahankan ketenangan dan kedamaiannya.

Jawa Tengah adalah sebuah provinsi Indonesia yang terletak di bagian tengah Pulau Jawa. Provinsi ini berbatasan dengan Provinsi Jawa Barat di sebelah barat, Samudra Hindia dan Daerah Istimewa Yogyakarta di sebelah selatan, Jawa Timur di sebelah timur, dan Laut Jawa di sebelah utara. Luas wilayahnya 32.548 km², atau sekitar 25,04% dari luas pulau Jawa. Provinsi Jawa Tengah juga meliputi Pulau Nusakambangan di sebelah selatan (dekat dengan perbatasan Jawa Barat), serta Kepulauan Karimun Jawa di Laut Jawa.

Pengertian Jawa Tengah secara geografis dan budaya kadang juga mencakup wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Jawa Tengah dikenal sebagai “jantung” budaya Jawa. Meskipun demikian di provinsi ini ada pula suku bangsa lain yang memiliki budaya yang berbeda dengan suku Jawa seperti suku Sunda di daerah perbatasan dengan Jawa Barat. Selain ada pula warga Tionghoa-Indonesia, Arab-Indonesia dan India-Indonesia yang tersebar di seluruh provinsi ini.

Peta Lokasi Provinsi Jawa Tengah

Peta Lokasi Provinsi Jawa Tengah

Sumber: Indonesia.Travel dan Wikipedia Indonesia

Naskah Perjanjian Giyanti, yang membagi wilayah Kasunanan Surakarta menjadi dua

Naskah Perjanjian Giyanti, yang membagi wilayah Kasunanan Surakarta menjadi dua

Jawa Tengah sebagai provinsi dibentuk sejak zaman Hindia Belanda. Hingga tahun 1905, Jawa Tengah terdiri atas 5 wilayah (gewesten) yakni Semarang, Rembang, Kedu, Banyumas, dan Pekalongan. Surakarta masih merupakan daerah swapraja kerajaan (vorstenland) yang berdiri sendiri dan terdiri dari dua wilayah, Kasunanan Surakarta dan Mangkunegaran, sebagaimana Yogyakarta. Masing-masing gewest terdiri atas kabupaten-kabupaten. Waktu itu Rembang Gewest juga meliputi Regentschap Tuban dan Bojonegoro.

Setelah diberlakukannya Decentralisatie Besluit tahun 1905, gewesten diberi otonomi dan dibentuk Dewan Daerah. Selain itu juga dibentukgemeente (kotapraja) yang otonom, yaitu Pekalongan, Tegal, Semarang, Salatiga, dan Magelang.

Sejak tahun 1930, provinsi ditetapkan sebagai daerah otonom yang juga memiliki Dewan Provinsi (Provinciale Raad). Provinsi terdiri atas beberapa karesidenan (residentie), yang meliputi beberapa kabupaten (regentschap), dan dibagi lagi dalam beberapa kawedanan (district). Provinsi Jawa Tengah terdiri atas 5 karesidenan, yaitu: Pekalongan, Jepara-Rembang, Semarang, Banyumas, dan Kedu.

Menyusul kemerdekaan Indonesia, pada tahun 1946 Pemerintah membentuk daerah swapraja Kasunanan dan Mangkunegaran; dan dijadikan karesidenan. Pada tahun 1950 melalui Undang-undang ditetapkan pembentukan kabupaten dan kotamadya di Jawa Tengah yang meliputi 29 kabupaten dan 6 kotamadya. Penetapan Undang-undang tersebut hingga kini diperingati sebagai Hari Jadi Provinsi Jawa Tengah, yakni tanggal 15 Agustus 1950.

Lawang Sewu, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia

Lawang Sewu, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia

Sumber: Wikipedia Indonesia

Udara

Bandar Udara Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia

Bandar Udara Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia

Untuk transportasi udara, Bandara Ahmad Yani di Semarang dan Bandara Adi Sumarmo di Surakarta merupakan bandara komersial yang paling penting di Jawa Tengah. Selain itu juga terdapatBandara Dewandaru di Jepara (Kec. Karimunjawa), Bandara Tunggulwulung di Cilacap dan Bandara Wirasaba di Purbalingga. Penerbangan Jakarta-Semarang atau Jakarta-Surakarta dapat ditempuh dalam waktu 45-50 menit.

Maskapai Penerbangan

Penerbangan dari Bandar Udara Ahmad Yani, Semarang

Maskapai

Tujuan

AirAsia

Kuala Lumpur (berakhir 01 September 2012)

Batavia Air

Jakarta-Soekarno-Hatta

Garuda Indonesia

Jakarta-Soekarno-Hatta

Indonesia Air Transport

Pangkalanbun, Pontianak (setiap Senin dan Jumat)

Lion Air

Jakarta-Soekarno-Hatta

Silkair

Singapura

Sriwijaya Air

Jakarta-Soekarno-Hatta

Trigana Air Service

Banjarmasin, Balikpapan, Berau, (setiap hari); Pangkalanbun, Ketapang, Pontianak (setiap Rabu dan Minggu)

Penerbangan dari Bandar Udara Adi Sumarmo, Solo

Batavia Air

Jakarta Soekarno-Hatta, Singapore.

Garuda Indonesia

Jakarta Soekarno-Hatta.

Lion Air

Jakarta Soekarno-Hatta.

Merpati Nusantara Airlines

Bandung, Sampit, Jakarta Halim Perdanakusuma.

Sriwijaya Air

Jakarta, Surabaya, Banjarmasin.

Wings Air

Surabaya, Denpasar

Indonesia Air Asia

Jakarta Soekarno-Hatta.

Air Asia

Kuala Lumpur.

Trigana Air Service

Pangkalan bun

Kal Star Aviation

Pangkalan Bun.

Pacific Royale Airways

Bandung, Pangkalanbun, Surabaya.

Darat

Jawa Tengah dilalui beberapa ruas jalan nasional, yang meliputi jalur pantura (menghubungkan Jakarta-Semarang-Surabaya-Banyuwangi), jalur Tegal-Purwokerto, jalur lintas selatan (menghubungkan Bandung-Yogyakarta-Surakarta-Madiun-Surabaya), serta jalur Semarang-Solo. Losari, pintu gerbang Jawa Tengah sebelah barat dapat ditempuh 3,5 – 4 jam perjalanan dari Jakarta. Saat ini sedang dibangun ruas Jalan Tol Semarang-Solo yang menghubungkan Kota Semarang dan Solo, melalui Ungaran, Salatiga, Boyolali hingga Solo, sehingga mempersingkat waktu tempuh dan memperlancar kegiatan perekonomian.

Laut

Pelabuhan laut utama berada di Tanjung Emas di sebelah Utara Semarang serta pelabuhan Cilacap menyediakan akses nasional dan internasional.

Sumber: Indonesia.Travel dan Wikipedia Indonesia

Demografi

Jumlah penduduk Provinsi Jawa Tengah adalah 32.380.687 jiwa terdiri atas 16.081.140 laki-laki dan 16.299.547 perempuan. Kabupaten/kota dengan jumlah penduduk terbesar adalah Kabupaten Brebes (1,732 juta jiwa), Kabupaten Cilacap (1,644 juta jiwa), dan Kabupaten Banyumas (1,553 juta jiwa).

Batik Pekalongan, Jawa Tengah, Indonesia

Batik Pekalongan, Jawa Tengah, Indonesia

Mayoritas penduduk Jawa Tengah adalah Suku Jawa. Jawa Tengah dikenal sebagai pusat budaya Jawa, di mana di kota Surakarta dan Yogyakarta terdapat pusat istana kerajaan Jawa yang masih berdiri hingga kini.

Suku minoritas yang cukup signifikan adalah Tionghoa, terutama di kawasan perkotaan meskipun di daerah pedesaan juga ditemukan. Pada umumnya mereka bergerak di bidang perdagangan dan jasa. Komunitas Tionghoa sudah berbaur dengan Suku Jawa, dan banyak di antara mereka yang menggunakan Bahasa Jawa dengan logat yang kental sehari-harinya.

Selain itu di beberapa kota-kota besar di Jawa Tengah ditemukan pula komunitas Arab-Indonesia. Mirip dengan komunitas Tionghoa, mereka biasanya bergerak di bidang perdagangan dan jasa.

Di daerah perbatasan dengan Jawa Barat terdapat pula orang Sunda yang sarat akan budaya Sunda, terutama di wilayah Cilacap, Brebes, dan Banyumas. Di pedalaman Blora (perbatasan dengan provinsi Jawa Timur) terdapat komunitas Samin yang terisolir, yang kasusnya hampir sama dengan orang Kanekesdi Banten.

Bahasa

Meskipun Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi, umumnya sebagian besar menggunakan Bahasa Jawa sebagai bahasa sehari-hari. Bahasa Jawa Dialek Solo-Jogja dianggap sebagai Bahasa Jawa Standar.

Di samping itu terdapat sejumlah dialek Bahasa Jawa; namun secara umum terdiri dari dua, yakni kulonan dan timuranKulonan dituturkan di bagian barat Jawa Tengah, terdiri atas Dialek Banyumasan dan Dialek Tegal; dialek ini memiliki pengucapan yang cukup berbeda dengan Bahasa Jawa Standar. SedangTimuran dituturkan di bagian timur Jawa Tengah, di antaranya terdiri atas Dialek Solo, Dialek Semarang. Di antara perbatasan kedua dialek tersebut, dituturkan Bahasa Jawa dengan campuran kedua dialek; daerah tersebut di antaranya adalah Pekalongan dan Kedu.

Tari Serimpi, Jawa Tengah, Indonesia

Tari Serimpi, Jawa Tengah, Indonesia

Di wilayah-wilayah berpopulasi Sunda, yaitu di kabupaten Brebes bagian selatan, dan kabupaten Cilacap utara sekitar kecamatan Dayeuhluhur, orang Sunda masih menggunakan bahasa Sunda dalam kehidupan sehari-harinya.

Agama

Sebagian besar penduduk Jawa Tengah beragama Islam dan mayoritas tetap mempertahankan tradisi Kejawen yang dikenal dengan istilahabangan.

Agama lain yang dianut adalah Protestan, Katolik, Hindu, Buddha, Kong Hu Cu, dan puluhan aliran kepercayaan. Penduduk Jawa Tengah dikenal dengan sikap tolerannya. Sebagai contoh di daerah Muntilan, Kabupaten Magelang banyak dijumpai penganut agama Katolik, dan dulunya daerah ini merupakan salah satu pusat pengembangan agama Katolik di Jawa. Provinsi Jawa Tengah merupakan provinsi dengan populasi Kristen terbesar di Indonesia , Lain daerah Suatu Desa di Sumpiuh, Banyumas 100 % Beragama Islam dan Banyumas adalah Populasi Islam terbesar diIndonesia.

Terdapat pula orang-orang keturunan Yahudi dan menganut agama Yahudi di Jawa Tengah yang jumlahnya sangat sedikit sekali. Mereka ada di wilayah Semarang, Cilacap, Solo, dan Brebes. Mereka umumnya adalah Yahudi keturunan Belanda pada zaman kolonial.

Sumber: Wikipedia Indonesia

Gudeg Ceker Margoyudan, Solo, Jawa Tengah, Indonesia

Gudeg Ceker Margoyudan, Solo, Jawa Tengah, Indonesia

Setiap kota di Indonesia memiliki keistimewaan kuliner khasnya masing-masing. Bila Anda berjalan-jalan pastikan untuk mengunjungi restoran terdekat dan jangan lupa untuk membawa kamera untuk mengabadikan makanan khas Jawa Tengah yang unik!

Lumpia Semarang, Jawa Tengah, Indonesia

Lumpia Semarang, Jawa Tengah, Indonesia

Di Semarang misalnya, cicipilah lumpia atau loenpia, makanan yang akan terasa lezat jika dinikmati panas-panas dengan berbagai macam saus. seperti saus kacang atau cabai rawit dengan acar yang menyegarkan. Bandeng presto juga merupakan oleh-oleh yang wajib Anda bawa dari kota ini.

Bandeng Presto, Jawa Tengah, Indonesia

Bandeng Presto, Jawa Tengah, Indonesia

Sumber: Indonesia.Travel

Peta Pembagian Kabupaten-Kota di Provinsi Jawa Tengah

Peta Pembagian Kabupaten-Kota di Provinsi Jawa Tengah

Pemerintahan di Provinsi Jawa Tengah dibagi menjadi 35 kabupaten/kota, yaitu:

  1. Kabupaten Banjarnegara
  2. Kabupaten Banyumas
  3. Kabupaten Batang
  4. Kabupaten Blora
  5. Kabupaten Boyolali
  6. Kabupaten Brebes
  7. Kabupaten Cilacap
  8. Kabupaten Demak
  9. Kabupaten Grobogan
  10. Kabupaten Jepara
  11. Kabupaten Karanganyar
  12. Kabupaten Kebumen
  13. Kabupaten Kendal
  14. Kabupaten Klaten
  15. Kabupaten Kudus
  16. Kabupaten Magelang
  17. Kabupaten Pati
  18. Kabupaten Pekalongan
  19. Kabupaten Pemalang
  20. Kabupaten Purbalingga
  21. Kabupaten Purworejo
  22. Kabupaten Rembang
  23. Kabupaten Semarang
  24. Kabupaten Sragen
  25. Kabupaten Sukoharjo
  26. Kabupaten Tegal
  27. Kabupaten Temanggung
  28. Kabupaten Wonogiri
  29. Kabupaten Wonosobo
  30. Kota Magelang
  31. Kota Pekalongan
  32. Kota Salatiga
  33. Kota Semarang
  34. Kota Surakarta
  35. Kota Tegal

Kantor Pariwisata

Jl. Madukoro Blok BB/1D Semarang 50144
Telp.(024) 7608570-2, 7613180, 7613181
Fax. (024) 7608573

Website : http://www.central-java-tourism.com