Banten

TravellersID - Visit Banten

Banten adalah sebuah provinsi di Pulau Jawa, Indonesia. Provinsi ini dulunya merupakan bagian dari Provinsi Jawa Barat, namun dipisahkan sejak tahun 2000, dengan keputusan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2000. Pusat pemerintahannya berada di Kota Serang.

Dalam sejarahnya Banten dahulu merupakan kota maritim yang kuat menandingi Kerajaan Mataram dan sekarang daerah ini merupakan desa nelayan dimana Anda masih akan mendapatkan cerminan masa lalunya. Ibukota Provinsi Banten ialah Serang. Dulu Banten merupakan salah satu tempat bersejarah yang terkenal, berjarak hanya 10 km dari kota Serang. Di tempat ini, Anda akan menemui banyak warisan dari kerajaannya yang didirikan abad 16 dan 18.

Masjid Agung Banten, Banten, Indonesia

Masjid Agung Banten, Banten, Indonesia

Di Banten Anda akan menemukan sisa bekas-bekas kerajaan Islam. Yang paling terkenal ialah Masjid Agung dan reruntuhan keratonnya. Masjid Agung Banten dibangun abad ke-16 dan masih ada sampai saat ini yang mencirikan arsitektur awal Islam.

Taman Nasional Ujung Kulon merupakan salah satu taman nasional dan lokasi konservasi alam di Indonesia yan gdapat Anda kunjingi di Banten. Di lokasi ini, Anda dapat melihat keindahan hutan tropis dan  badak bercula satu (Rhino sondaicus) yang  merupakan primadona daya tarik wisata.

Ada juga Pulau Umang yang terletak di kawasan objek wisata pantai Pandeglang, berdekatan dengan kawasan wisata Tanjung Lesung. Kawasan wisata ini dikelola oleh sebuah perusahaan swasta yang menyediakan berbagai fasilitas rekreasi dan hiburan yang menarik. Di pulau ini, terdapat resort yang ditata dengan sentuhan artistik alami, dilengkapi dengan ruang pertemuan, kafe, spa, pusat bisnis, sunset lounge, klub pantai, kolam renang dan sebagainya. Selain itu, tersedia fasilitas olahraga dan rekreasi air, jogging track, cross country, lapangan tenis, tempat karaoke, dan lain-lain. Anda dapat menuju ke pulau ini dengan relatif mudah. Karena perusahaan pengelola kawasan ini menyediakan rental mobil dari Jakarta menuju pulau atau dapat juga dicapai dari kawasan Ujung Kulon.

Pantai Carita, Banten, Indonesia

Pantai Carita, Banten, Indonesia

Ada juga Cagar alam Rawa Danau (Rawadano) terletak di kabupaten Serang berjarak 101 km dari Jakarta. Kawasan ini merupakan kawasan selain kawasan rawa juga terdapat sebuah danau. Luas kawasan ini sekitar 2.500 ha yang ditumbuhi oleh berbagai jenis pohon. Pulau ini menjadi tempat bersarang bagi aneka jenis binatang seperti reptil, seperti ular, dan buaya.

Jangan lupa juga di Banten Anda dapat mengunjungi Gunung Krakatau yang terletak di perairan selat Sunda. Kawasan wisata alam yang indah  ini mudah Anda  kujungi  dari pantai Anyer-Carita sekitar satu jam dengan menggunakan perahu motor. Di lokasi ini Anda dapat berkemah, berjalan kaki, memancing, dan tentunya menikmati pemandangan alam laut yang indah dan menawan.

Gunung Krakatau merupakan salah satu gunung yang paling terkenal di dunia, karena letusannya yang dahsyat pada tahun 1883. Suara letusan terdengar sampai ke kawasan benua Australia, bahkan awan panasnya menyelimuti beberapa kawasan Eropa selama seminggu. Ledakan dahsyat gunung Krakatau kemudian membentuk anak gunung yang kini dikenal sebagai Anak Krakatau, muncul ke permukaan tahun 1928 dan hingga kini masih tetap aktif.

Peta Lokasi Banten

Peta Lokasi Banten

Wilayah Banten terletak di antara 5º7’50”-7º1’11” Lintang Selatan dan 105º1’11”-106º7’12” Bujur Timur, berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 tahun 2000 luas wilayah Banten adalah 9.160,70 km². Provinsi Banten terdiri dari 4 kota, 4 kabupaten, 154 kecamatan, 262 kelurahan dan 1.273 desa.

Wilayah laut Banten merupakan salah satu jalur laut potensial, Selat Sunda merupakan salah satu jalur lalu lintas laut yang strategis karena dapat dilalui kapal besar yang menghubungkanAustralia dan Selandia Baru dengan kawasan Asia Tenggara misalnya Thailand, Malaysia, dan Singapura. Di samping itu Banten merupakan jalur penghubung antara Jawa dan Sumatera. Bila dikaitkan posisi geografis dan pemerintahan maka wilayah Banten terutama daerah Tangerang raya (Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, dan Kota Tangerang selatan) merupakan wilayah penyangga bagi Jakarta. Secara ekonomi wilayah Banten memiliki banyak industri. Wilayah Provinsi Banten juga memiliki beberapa pelabuhan laut yang dikembangkan sebagai antisipasi untuk menampung kelebihan kapasitas dari pelabuhan laut di Jakarta dan ditujukan untuk menjadi pelabuhan alternatif selain Singapura.

Batas Wilayah

F2F2F2">Utara : Laut Jawa
F2F2F2">Selatan : Samudera Indonesia
F2F2F2">Barat : Selat Sunda
F2F2F2">Timur : Daerah Khusus Ibukota Jakarta dan Jawa Barat

Topografi

Kondisi topografi Banten adalah sebagai berikut:

  • Wilayah datar (kemiringan 0 – 2 %) seluas 574.090 hektare
  • Wilayah bergelombang (kemiringan 2 – 15%) seluas 186.320 hektare
  • Wilayah curam (kemiringan 15 – 40%) seluas 118.470,50 hektare

Kondisi penggunaan lahan yang perlu dicermati adalah menurunnya wilayah hutan dari 233.629,77 hektare pada tahun 2004 menjadi 213.629,77 hektare.

Sumber: Indonesia.Travel dan Wikipedia Indonesia

Benteng Surosowan, Banten, Indonesia

Benteng Surosowan, Banten, Indonesia

Banten dalam sejarah terkenal sebagai sebuah kota pelabuhan yang sangat ramai dengan masyarakatnya yang terbuka dan makmur. Abad ke-5 Banten adalah bagian dari Kerajaan Tarumanagara.

Selama masa pemerintahan Sultan Agung (1651-1683) Banten mengalami masa keemasannya. Sayangnya setelahnya Banten mengalami kemunduran dan kemudian Belanda mengambil alih.

Awal abad ke-17 Masehi, Banten merupakan salah satu pusat perniagaan penting dalam jalur perniagaan internasional di Asia. Daerah kekuasaannya mencakup juga wilayah yang sekarang menjadi provinsi Lampung. Ketika orang Belanda tiba di Banten untuk pertama kalinya, orang Portugis telah lama masuk ke Banten. Kemudian orang Inggris mendirikan loji di Banten, baru kemudian disusul orang Belanda.

Selain itu, orang-orang Perancis dan Denmark pun pernah datang di Banten. Dalam persaingan antara pedagang Eropa ini, Belanda muncul sebagai pemenang. Orang Portugis melarikan diri dari Banten (1601) setelah armada mereka dihancurkan oleh armada Belanda di perairan Banten. Orang Inggris pun tersingkirkan dari Batavia (1619) dan Banten (1684).

Setelah kemerdekaan Banten awalnya adalah bagian dari Provinsi Jawa Barat, namun dipisahkan sejak tahun 2000 dengan keputusan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2000. Pusat pemerintahannya berada di Kota Serang. Wilayah Banten memiliki banyak industri juga beberapa pelabuhan laut yang dikembangkan sebagai antisipasi untuk menampung kelebihan kapasitas pelabuhan laut di Jakarta serta ditujukan juga untuk menjadi pelabuhan alternatif selain Singapura.

Selat Sunda menjadikan Banten merupakan salah satu jalur lalu lintas laut yang strategis karena dapat dilalui kapal besar yang menghubungkan Australia dan Selandia Baru dengan kawasan Asia Tenggara. Di samping itu Banten merupakan jalur penghubung antara Jawa dan Sumatera.

Sumber: Indonesia.Travel

Udara

Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Indonesia

Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Indonesia

Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta (IATA: CGK, ICAO: WIII) merupakan sebuah bandar udara utama yang melayani kota Jakarta di pulau Jawa, Indonesia. Bandar udara ini diberi nama seperti nama Presiden Indonesia pertama, Soekarno, dan wakil presiden pertama,Muhammad Hatta. Bandar udara ini sering disebut Cengkareng, dan menjadi kode IATA-nya, yaitu CGK.

Letaknya sekitar 20 km barat Jakarta, di Kota Tangerang, Banten. Operasinya dimulai pada 1985, menggantikan Bandar Udara Kemayoran(penerbangan domestik) di Jakarta Pusat, dan Halim Perdanakusuma di Jakarta Timur. Bandar Udara Kemayoran telah ditutup, sementara Bandar Udara Halim Perdanakusuma masih beroperasi, melayani penerbangan charter dan militer. Terminal 2 dibuka pada tahun 1992.

Soekarno-Hatta memiliki luas 18 km², memiliki dua landasan paralel yang dipisahkan oleh dua taxiway sepanjang 2,400 m. Terdapat dua bangunan terminal utama: Terminal 1 untuk semua penerbangan domestik kecuali penerbangan yang dioperasikan oleh Garuda Indonesia danMerpati Nusantara Airlines, dan Terminal 2 melayani semua penerbangan internasional juga domestik oleh Garuda dan Merpati.

Setiap bangunan terminal dibagi menjadi 3 concourse. Terminal 1A, 1B dan 1C digunakan (kebanyakan) untuk penerbangan domestik oleh maskapai lokal. Terminal 1A melayani penerbangan oleh Lion Air dan Wings Air. Terminal 1B melayani penerbangan oleh Kartika Airlines danSriwijaya Air. Sedangkan terminal 1C melayani penerbangan oleh Airfast Indonesia, Batavia Air, dan Citilink.

Terminal 2D dan 2E digunakan untuk melayani semua penerbangan internasional maskapai luar. Terminal 2D untuk semua maskapai luar yang dilayani oleh PT Jasa Angkasa Semesta, salah satu kru darat bandara. Terminal 2E untuk maskapai internasional yang dilayani oleh Garuda, termasuk semua penerbangan internasional Garuda dan Merpati. Terminal 2F untuk penerbangan domestik Garuda Indonesia dan Merpati Nusantara Airlines.

Terminal 3 selesai dibangun pada tanggal 15 April 2009. Terminal 3 ini selesai nantinya akan dipergunakan oleh Maskapai penerbangan berbiaya murah. Saat ini ada 2 Maskapai penerbangan yang menggunakan Terminal 3 yaitu Indonesia AirAsia dan Mandala Airlines. dan direncanakan dapat didarati pesawat model Airbus A380.

Kota Yang Memiliki Koneksi Dengan Bandara Soekarno-Hatta

Kota Yang Memiliki Koneksi Dengan Bandara Soekarno-Hatta

Sumber: Wikipedia Indonesia dan PlatBN

Laut

Pelabuhan Merak, Banten, Indonesia

Pelabuhan Merak, Banten, Indonesia

Jika Anda hendak mengunjungi Provinsi Banten dengan pilihan jalur laut, maka ada beberapa alternatif pilihan, diantaranya adalah melalui Pelabuhan Merak dan Pelabuhan Tanjung Pasir. Rute Pelabuhan Merak dipilih ketika Anda berasal dari wilayah Sumatera sementara Pelabuhan Tanjung Pasir, yang terletak di daerah Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, adalah rute pilihan jika Anda hendak menyeberang dari wilayah Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.

Pelabuhan Tanjung Pasir, Kabupaten Tangerang, Banten, Indonesia

Pelabuhan Tanjung Pasir, Kabupaten Tangerang, Banten, Indonesia

Selain kedua pelabuhan di atas, rute pilihan lainnya adalah melalui Pelabuhan Muara Angke dan Pelabuhan Tanjung Priok yang terletak di daerah Jakarta Utara, DKI Jakarta. Namun demikian, Anda masih harus melanjutkan perjalanan melalui jalan darat, baik dengan bus ataupun travel.

Darat

Anda juga dapat menjangkau Banten dengan mobil atau motor melalui rute Jakarta-Serang. Tersedia juga bus di 4 terminal yaitu Terminal Pakupatan (Serang), Terminal Poris Plawad (Kota Tangerang), Terminal Labuan, dan Terminal Merak. Rute bus yang dilayani dari dan menuju terminal ini beberapa diantaranya adalah dari daerah Provinsi DKI Jakarta, Cirebon (Jawa Barat), dan wilayah Sumatera.

Perkampungan Baduy, Banten, Indonesia

Perkampungan Baduy, Banten, Indonesia

Masyarakat Banten adalah suku Sunda yang religius meski terkadang masih percaya dengan tradisi dan adat lama. Di antaranya yang masih memegang teguh tradisi adalah masyarakat Baduy atau orang Kanekes (Urang Cibeo ) yang mendiami kaki pegunungan Kendeng di desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak-Rangkasbitung, berjarak sekitar 40 km dari kota Rangkasbitung. Orang Kanekes ‘dalam’ tidak mengenal budaya tulis, sehingga adat istiadat, kepercayaan, dan cerita nenek moyang hanya tersimpan di dalam tuturan lisan saja.

Kepercayaan masyarakat Kanekes disebut Sunda Wiwitanyang berakar pada pemujaan kepada arwah nenek moyang (animisme) yang selanjutnya selanjutnya dipengaruhi oleh agama Budha, Hindu, dan Islam.  Inti kepercayaan tersebut adalah ketentuan adat mutlak yang dianut dalam kehidupan sehari. Isi terpenting dari ‘pikukuh’ (kepatuhan) Kanekes tersebut adalah konsep “tanpa perubahan apapun”, atau perubahan sesedikit mungkin. Bagi sebagian kalangan, kepercayaan yang dianut masyarakat adat Kanekes ini mencerminkan kepercayaan keagamaan masyarakat Sunda secara umum sebelum masuknya Islam.

Bahasa

Penduduk asli yang hidup di Provinsi Banten berbicara menggunakan dialek yang merupakan turunan dari bahasa Sunda Kuno. Dialek tersebut dikelompokkan sebagai bahasa kasar dalambahasa Sunda modern, yang memiliki beberapa tingkatan dari tingkat halus sampai tingkat kasar (informal), yang pertama tercipta pada masa Kesultanan Mataram menguasai Priangan (bagian timur Provinsi Jawa Barat). Namun demikian, di Wilayah Banten Selatan Seperti Lebak dan Pandeglang menggunakan Bahasa Sunda Campuran Sunda Kuno, Sunda Modern dan Bahasa Indonesia, di Serang dan Cilegon, bahasa Jawa Banten digunakan oleh etnik Jawa. Dan, di bagian utara Kota Tangerang, bahasa Indonesia dengan dialek Betawi juga digunakan oleh pendatang beretnis Betawi. Di samping bahasa Sunda, bahasa Jawa dan dialek Betawi, bahasa Indonesia juga digunakan terutama oleh pendatang dari bagian lain Indonesia.

Rumah Adat

Rumah adatnya adalah rumah panggung yang beratapkan daun atap dan lantainya dibuat dari pelupuh yaitu bambu yang dibelah-belah. Sedangkan dindingnya terbuat dari bilik (gedek). Untuk penyangga rumah panggung adalah batu yang sudah dibuat sedemikian rupa berbentuk balok yang ujungnya makin mengecil seperti batu yang digunakan untuk alas menumbuk beras. Rumah adat ini masih banyak ditemukan di daerah yang dihuni oleh orang Kanekes atau disebut juga orang Baduy.

Sumber: Wikipedia Indonesia

Cobalah sate bandeng banten, salah satu makanan khas Banten. Ikan bandeng ini tanpa duri dimana dimasukkan daging ikan bandeng ke dalam kulit ikan yang telah dicampur bumbu-bumbu dan terakhir dibakar. Sate bandeng ini tahan beberpa hari. Rasanya manis, gurih dan enak. Oleh karena itu, Anda jangan sampai terlewat mencicipinya.

Sate Bandeng, Banten, Indonesia

Sate Bandeng, Banten, Indonesia

Sumber: Indonesia.Travel

Peta Wisata Provinsi Banten

Peta Wisata Provinsi Banten

Pemerintahan di Provinsi Banten dibagi menjadi 8 kabupaten/kota, yaitu:

  1. Kota Serang
  2. Kabupaten Serang
  3. Kabupaten Lebak
  4. Kabupaten Pandeglang
  5. Kota Cilegon
  6. Kota Tangerang
  7. Kabupaten Tangerang
  8. Kota Tangerang Selatan

Kantor Pariwisata

Jl. Raya Serang – Pandeglang Km. 4
Komplek Tembong Indah No. 1, Serang
Tlp: (62 254) 219836
Fax: (62 254) 219836

Tidak ada situs resmi Kantor Dinas Pariwisata Banten namun Anda dapat melihat informasinya di situs pemerintah daerah Banten (http:/www.banten.go.id).